Data Penerima MBG Alami Pembaruan, Kepala BGN: Diberikan ke Penerima Manfaat yang Tercatat Jelas
Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:30 WIB
Jakarta, VIVA - Data penerima Makan Bergizi mengalami pembaruan. Oleh karena itu, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono pembaruan data diharapkan dapat diproses dalam waktu 1 x 24 jam.
Baca Juga
Kebijakan ini, kata dia, diterapkan untuk memastikan penyaluran makanan tepat sasaran sekaligus memudahkan pemantauan jumlah penerima manfaat.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Kita tidak mungkin memberikan makanan tanpa mengetahui identitas penerimanya. BGN hanya akan memberikan makanan kepada penerima manfaat yang identitasnya tercatat jelas berdasarkan nama dan alamat,” kata Sudaryono.
Baca Juga
Bahkan Sudaryono mencontohkan, apabila sebuah sekolah memiliki 500 siswa, tetapi jumlah siswa yang tercatat dalam basis data Kementerian Pendidikan kurang dari angka tersebut, jumlah penerima MBG akan disesuaikan dengan data yang tersedia.
Untuk mengatasi persoalan itu, ia katakan, pihak sekolah diminta memperbarui data siswa, termasuk nomor induk sekolah dan nomor induk siswa. Setelah data diperbarui dan masuk ke dalam sistem, BGN akan menyesuaikan jumlah penerima manfaat.
Baca Juga
Lanjut Sudaryono menjelaskan, penerapan sistem berbasis data tersebut tidak hanya berlaku di sekolah, tetapi juga mencakup posyandu, madrasah, dan pondok pesantren.
BGN juga menerima keluhan dari sejumlah mitra terkait pengurangan jumlah penerima manfaat. Beberapa dapur sebelumnya melayani lebih banyak penerima, tetapi kuotanya berkurang setelah dilakukan penyesuaian berdasarkan data yang tersedia.
Selain pembenahan data, BGN melakukan perbaikan dalam pelaksanaan program MBG.
Langkah tersebut, jelasnya, meliputi pemantauan menu makanan di sekolah, penyesuaian tarif, penyelesaian sengketa antara yayasan dan mitra, serta penerapan standar operasional prosedur (SOP) di dapur penyedia makanan.
Selain itu, ia jelaskan, bahwa SOP diperlukan untuk mencegah penyajian makanan rusak yang berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan. Penerapan prosedur tersebut juga bertujuan menjaga kualitas makanan yang disajikan kepada penerima manfaat.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Terkait dugaan tindak pidana dan korupsi yang melibatkan pimpinan sebelumnya, Sudaryono menyatakan BGN mendukung proses penanganan perkara oleh aparat penegak hukum.
“Jika diminta memberikan keterangan, kami siap mendukung dan tidak ada yang kami tutupi,” pungkasnya.
Truk Teh Kemasan Hantam Dapur MBG di Cianjur Hingga 3 Pegawai Terluka, Diduga akibat Rem Blong
Sebuah truk bermuatan minuman teh dalam kemasan botol menghantam dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
VIVA.co.id
12 Oktober 2026