Bupati Nabire siapkan CPNS isi kekosongan guru dan nakes - ANTARA News Papua Tengah
Nabire (ANTARA) - Bupati Nabire Mesak Magai menyiapkan calon pegawai negeri sipil (CPNS) untuk mengisi kebutuhan guru dan tenaga kesehatan di distrik terpencil guna memastikan pelayanan dasar masyarakat tetap berjalan.
“Untuk profesi guru, saya tidak mau dengar SD di distrik terpencil Kabupaten Nabire tidak ada guru. Untuk profesi kesehatan pun sama. Saya tidak mau dengar ada kekosongan tenaga medis,” kata Mesak di Nabire, Papua Tengah, Selasa.
Ia menyampaikan, hal tersebut saat membuka Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS dan orientasi pemerintah Kabupaten Nabire tahun 2026 di Aula KSK Nabire.
Menurutnya, penempatan aparatur harus disesuaikan dengan kebutuhan pelayanan di masing-masing wilayah, bukan berdasarkan keinginan pribadi maupun kenyamanan bekerja di perkotaan.
Kabupaten Nabire memiliki wilayah dengan karakteristik berbeda, mulai dari kawasan pesisir dan kepulauan, perkotaan, hingga pegunungan. Kondisi tersebut membutuhkan pemerataan aparatur agar pelayanan pemerintah menjangkau seluruh masyarakat.
Ia meminta CPNS memahami kembali komitmen yang disampaikan saat mengikuti proses menjadi ASN, termasuk kesiapan ditempatkan sesuai kebutuhan pemerintah daerah.
“Bapak Ibu sendiri yang berkomitmen, saya bersedia ditempatkan di mana saja. Itu kan Bapak Ibu sendiri yang ucapkan,” ujarnya.
Mesak bahkan meminta daftar nama CPNS disampaikan kepadanya sebagai bahan menentukan penempatan sesuai kebutuhan pemerintah daerah.
“Nama-nama kasih ke saya, penempatan tugas saya yang bagi,” katanya.
Ia menegaskan, tidak boleh ada aparatur yang hanya bersedia bekerja di lokasi yang dianggap nyaman, sementara masyarakat di wilayah terpencil masih mengalami kekurangan tenaga pelayanan dasar.
“Tidak ada alasan. Kalau tidak bisa, mundur saja,” tegasnya.
Selain kesiapan ditempatkan, ia meminta CPNS membangun disiplin dan tanggung jawab sebagai aparatur pemerintah.
Menurutnya, status ASN tidak hanya berkaitan dengan penghasilan dan kesejahteraan, tetapi juga kewajiban memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Seorang pegawai negeri sipil harus berkomitmen bekerja dengan disiplin, menghargai pimpinan agar kita sama-sama membangun Kabupaten Nabire,” katanya.
Latsar CPNS dan orientasi pemerintah Kabupaten Nabire tahun 2026 diikuti 2.381 peserta, terdiri atas 643 CPNS K2, 156 CPNS umum, dan 1.582 PPPK.
Kegiatan tersebut berlangsung 22 September hingga 11 Desember 2026 di sejumlah lokasi pelatihan yang disiapkan Pemerintah Kabupaten Nabire.
Mesak mengatakan Latsar tidak boleh dipandang sebagai formalitas untuk memperoleh status sebagai ASN, tetapi menjadi proses pembentukan aparatur yang memahami tugas, tanggung jawab, dan arah pembangunan daerah.
Ia berharap CPNS yang nantinya ditempatkan di berbagai wilayah dapat menjalankan tugas secara profesional sehingga kebutuhan tenaga pendidikan dan kesehatan di distrik terpencil dapat terpenuhi.
Pewarta: Ali Nur Ichsan
Editor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.