Bulog dan TVRI Kepri hadirkan gerakan pangan murah untuk masyarakat
Bulog dan TVRI Kepri hadirkan gerakan pangan murah untuk masyarakat
Rabu, 2 September 2026 14:15 WIB
Warga antusias belanja komoditas pangan melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar TVRI dan Bulog di halaman Kantor Bulog Cabang Tanjungpinang, Kepri, Rabu (2/9/2026). ANTARA/Ogen
Tanjungpinang (ANTARA) - Perum Bulog Cabang Kota Tanjungpinang bersama TVRI Provinsi Kepulauan Riau serta Dinas Ketahanan Pangan Kota Tanjungpinang menghadirkan gerakan pangan murah (GPM) guna membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan berkualitas dengan harga terjangkau.
Kepala Stasiun TVRI Kepri Yenni Marlinda mengatakan GPM ini digelar serentak secara nasional dalam rangka memperingati HUT Ke-81 RI serta HUT Ke-64 TVRI.
"Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi yang kuat antara TVRI, Bapanas, Dinas Ketahanan Pangan serta Bulog," kata Yenni saat membuka GPM di halaman Kantor Bulog Cabang Tanjungpinang, Kepri, Rabu.
Melalui GPM tersebut, kata dia, TVRI sebagai Lembaga Penyiaran Publik (LPP) atau kantor media milik Pemerintah RI hadir di tengah-tengah masyarakat untuk menyediakan berbagai kebutuhan pangan dengan harga lebih murah atau di bawah pasaran.
TVRI Kepri turut menghadirkan hiburan band atau rumah musik bagi menghibur masyarakat yang sedang berbelanja di sejumlah stan sembako murah, seperti beras, minyak goreng hingga telur ayam ras.
"Terima kasih juga kepada aparat kepolisian dan dinas perhubungan yang membantu dari sisi keamanan sehingga GPM hari ini terlaksana dengan baik," ucap Yenni.
"Kami selalu berkolaborasi dengan pemerintah daerah/dinas dalam melaksanakan GPM guna menjaga inflasi di daerah," kata Arief.
Dia menyampaikan pada GPM kali ini, Bulog Tanjungpinang menjual komoditas beras SPHP sebanyak dua ton, dan MinyaKita mencapai 2.400 liter.
Bahan pokok tersebut dijual di bawah harga eceran tertinggi (HET). Untuk beras SPHP seharga Rp57.000 per lima kilogram, sedangkan HET Rp65.000 per lima kilogram.
Sementara, MinyaKita dijual seharga Rp14 ribu per liter, sedangkan HET Rp15.700 per liter.
"Harapannya, kegiatan GPM ini dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang terbatas, khususnya beras dan minyak goreng," ujar Arief.
Seorang ibu rumah tangga Novi menyambut baik pelaksanaan GPM yang sangat membantu, terutama bagi masyarakat dengan kondisi ekonomi terbatas.
Ia berbelanja satu pack beras SPHP kemasan lima kilogram dan dua liter MinyaKita. Harganya di bawah pasar, masih terjangkau.
"Beras Rp57 ribu per lima kilogram, kalau di swalayan dijual Rp60 ribu. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini digelar rutin untuk meringankan beban warga," kata Novi usai berbelanja di GPM.
Pewarta : Ogen
Editor:
Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.