Automechanika Jakarta 2026 Perdana Digelar, Diikuti 339 Eksibitor dari Indonesia dan Mancanegara |Republika Online

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pameran komponen dan industri otomotif Automechanika Jakarta 2026 akan digelar untuk pertama kalinya di Indonesia. Pameran yang berlangsung di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2 tersebut dijadwalkan pada 24-27 September 2026.

Ini akan menjadi penyelenggaraan Automechanika ke-15 di dunia. Di Asia, pameran ini sebelumnya telah hadir di sejumlah kota, antara lain Shanghai (China), Kuala Lumpur (Malaysia), dan Ho Chi Minh City (Vietnam).

Pameran tersebut akan menggunakan area seluas 20.800 meter persegi yang terdiri atas empat hall indoor dan area outdoor. Sebanyak 339 eksibitor dari Indonesia dan mancanegara dijadwalkan ambil bagian dalam gelaran perdana tersebut.

Sejumlah agenda dalam pameran diarahkan untuk mempertemukan pelaku industri otomotif lokal dan internasional. Selain pameran produk, agenda yang disiapkan mencakup business matching, forum rantai pasok, serta lokakarya teknologi dan keterampilan bagi teknisi.

General Manager Messe Frankfurt HK Fiona Chiew mengatakan, Automechanika Jakarta juga menjadi ruang untuk membahas perkembangan industri otomotif, termasuk kendaraan listrik dan perubahan kebutuhan rantai pasok. Forum Kolaborasi Rantai Pasok akan membahas antara lain kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), produksi kendaraan listrik, dan integrasi rantai pasok.

Sementara itu, Tech & Skills Workshop akan memberikan materi teori dan praktik bagi teknisi. Materi tersebut mencakup peningkatan efisiensi, keselamatan, keberlanjutan, serta penanganan kendaraan listrik. Penyelenggara juga menghadirkan pembicara dari China untuk membahas teknologi baterai lithium-ion 16V Tesla.

Agenda lainnya mencakup kunjungan industri bagi peserta internasional dan business matching yang mempertemukan pembeli dari luar negeri dengan pelaku bisnis komponen otomotif Indonesia. Rangkaian tersebut ditujukan untuk membuka peluang kerja sama sekaligus memperkenalkan kemampuan manufaktur dan pemasok komponen di Indonesia.

President Director PT Astra Otoparts sekaligus Ketua Gabungan Industri Alat-alat Mobil dan Motor (GIAMM) Yusak Kristian mengatakan, industri komponen nasional menghadapi perubahan teknologi, kebutuhan pasar, serta persaingan dengan produk impor. Menurut dia, perkembangan kendaraan elektrifikasi juga membuka ruang bagi produsen komponen dalam negeri untuk mengembangkan produk dan teknologi baru.

"Kami melihat industri komponen Indonesia memiliki potensi yang besar untuk terus berkembang dan mengambil peran yang semakin kuat dalam global automotive supply chain," kata Yusak dalam Media Briefing Automechanika Jakarta 2026 di Jakarta, Jumat (18/9/2026).

Dalam pameran tersebut, Astra Otoparts menjadi salah satu peserta sekaligus strategic partner. Sebanyak 25 perusahaan yang berada dalam ekosistem Astra Otoparts akan ditampilkan dalam satu area, mencakup produk komponen mesin, sistem pengereman, suspensi, bearing, baterai, ban, velg, kondensor, serta komponen OEM dan aftermarket.

Sejumlah merek yang akan dibawa Astra Otoparts antara lain Aspira, GS Astra, KYB, Pirelli, Federal, FIM Piston, Akebono, Incoe, Aspira Premio, Aspira Exposio, dan Ulti X. Yusak mengatakan keikutsertaan tersebut juga menjadi kesempatan untuk memperluas koneksi dengan OEM, distributor, pemasok, dan pelaku aftermarket dari dalam maupun luar negeri.

Automechanika Jakarta 2026 juga membawa agenda pengembangan sumber daya manusia dan pengenalan industri kepada generasi muda. Penyelenggara menyiapkan kegiatan interaktif untuk memperkenalkan berbagai peluang kerja dan keterampilan di sektor otomotif, termasuk menghadapi perubahan teknologi dari kendaraan bermesin pembakaran internal menuju kendaraan listrik.