Teknologi RO dan UV Bikin Pemurnian Air Makin Praktis, Ini Cara Kerjanya

Jumat, 18 September 2026 - 22:28 WIB

VIVA – Teknologi pemurnian air kini semakin mudah ditemukan dalam perangkat rumah tangga. Dua teknologi yang cukup banyak digunakan adalah Reverse Osmosis (RO) dan Ultraviolet (UV). Keduanya sama-sama dapat membantu menghasilkan air yang lebih aman digunakan, tetapi bekerja dengan cara yang berbeda.

Baca Juga

Bagi masyarakat yang ingin menggunakan sistem pemurnian air di rumah, memahami cara kerja RO dan UV penting dilakukan. Sebab, memilih teknologi bukan hanya soal seberapa banyak air dapat disaring, tetapi juga jenis kontaminan yang ingin dikurangi atau dihilangkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Cara Kerja Teknologi Reverse Osmosis

Baca Juga

Reverse Osmosis atau RO merupakan teknologi pemisahan menggunakan membran semipermeabel. Menurut Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA), dikutip VIVA Jum'at, 18 September 2026, sistem RO menggunakan tekanan untuk mendorong air melewati membran tersebut.

Air yang berhasil melewati membran disebut permeate, sedangkan sebagian air yang tidak melewati membran akan menjadi reject atau concentrate. Proses ini memungkinkan berbagai zat terlarut tertahan dan dipisahkan dari air yang telah melewati membran.

Baca Juga

EPA menjelaskan bahwa RO dapat digunakan untuk mengurangi berbagai kontaminan, termasuk sejumlah zat anorganik, padatan terlarut, bahan kimia sintetis, serta garam. Teknologi ini juga dapat digunakan dalam pengolahan air payau maupun air laut.

CDC turut menjelaskan bahwa sistem RO dapat menghilangkan parasit, bakteri, dan virus, sekaligus mengurangi sejumlah zat kimia tertentu seperti timbal, tembaga, kromium, klorida, dan natrium. Namun, kemampuan setiap perangkat dapat berbeda sehingga pengguna perlu memeriksa klaim dan spesifikasi sistem yang digunakan.

Lalu, Bagaimana UV Memurnikan Air?

Berbeda dari RO yang mengandalkan membran, teknologi UV menggunakan sinar ultraviolet untuk melakukan proses disinfeksi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam pengolahan air, air dialirkan melewati ruang yang dilengkapi sumber sinar UV. Radiasi ultraviolet tersebut digunakan untuk menonaktifkan mikroorganisme tertentu sehingga jumlah kuman di dalam air dapat dikurangi.

CDC menyebut sistem UV dapat digunakan untuk mendisinfeksi air atau mengurangi jumlah mikroorganisme. Sistem UV dengan penyaringan awal bekerja lebih baik dibandingkan penggunaan UV tanpa proses penyaringan terlebih dahulu.

Halaman Selanjutnya

Namun, ada hal penting yang perlu dipahami. UV bukan teknologi yang dirancang untuk menghilangkan zat kimia dari air. Karena itu, sistem UV dan sistem penyaringan dapat memiliki fungsi yang saling melengkapi.