ASEAN dorong upaya kurangi dampak konflik Timur Tengah

Moskow (ANTARA) - Negara-negara anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) akan mendorong langkah-langkah untuk mengurangi dampak sosial dan ekonomi dari konflik di Timur Tengah.

"Kami menyadari dampak langsung dan jangka panjang dari krisis Timur Tengah terhadap kesejahteraan rakyat kami,” demikian pernyataan para menteri luar negeri ASEAN dalam pernyataan bersama yang dirilis pada Selasa (21/7).

“Kami mencatat inisiatif yang sedang berlangsung—baik di tingkat regional maupun nasional—untuk mendorong langkah-langkah guna mengurangi dampak sosial-ekonomi dari guncangan eksternal, dan untuk mendukung akses ke layanan kesehatan dan layanan dasar bagi rakyat kami, khususnya mereka yang paling rentan,” kata menlu ASEAN.

Para menteri juga menekankan komitmen mereka untuk memberikan "bantuan darurat kepada warga negara ASEAN" di saat krisis.

Dalam pernyataan tersebut, ASEAN juga menyerukan dimulainya kembali pelayaran maritim yang aman melalui Selat Hormuz, serta menekankan pentingnya menjaga keselamatan dan keamanan maritim, kebebasan navigasi—sesuai dengan hukum internasional.

Para menlu "menyampaikan keprihatinan mendalam atas setiap tindakan diskriminatif atau sepihak yang dapat menghambat atau merintangi kapal yang melewati Selat Hormuz, atau selat mana pun yang digunakan untuk navigasi internasional.”

Pernyataan bersama tersebut dirilis di tengah Pertemuan Menlu ASEAN (AMM) yang berlangsung di Manila pada 21 hingga 25 Juli 2026.

Pertemuan yang melibatkan mitra-mitra dialog ASEAN, di antaranya Rusia, China, AS, Jepang, India, Korea Selatan itu diselenggarakan di bawah kepemimpinan Filipina sebagai Ketua ASEAN tahun ini.

Kepemimpinan tersebut akan mencapai puncaknya pada KTT ASEAN pada November mendatang, di mana para pemimpin negara dan kepala pemerintahan diharapkan untuk menyetujui keputusan yang telah disiapkan oleh para menlu.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Baca juga: ASEAN desak AS dan Iran untuk tahan eskalasi konflik

Baca juga: ASEAN selaraskan langkah ekonomi atasi dampak konflik Timur Tengah

Baca juga: Pakar: Indonesia dapat menjadi penengah perdamaian antara Iran dan AS

Penerjemah: Yashinta Difa
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.