BKKBN Maluku gandeng organisasi keagamaan percepat penurunan stunting - ANTARA News Ambon, Maluku
Ambon (ANTARA) - Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Maluku menggandeng organisasi keagamaan, Pengurus Wilayah (PW) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Maluku, memperkuat kolaborasi dalam mempercepat penurunan prevalensi stunting melalui pendampingan keluarga berisiko stunting.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku Edi Setiawan di Ambon, Selasa, mengatakan kolaborasi dengan organisasi kemasyarakatan dan keagamaan menjadi salah satu langkah strategis memastikan intervensi penanganan stunting tidak hanya berhenti pada edukasi, tetapi juga diwujudkan melalui aksi nyata yang langsung dirasakan masyarakat.
"Kami memiliki data Keluarga Berisiko Stunting yang diperoleh melalui pendataan langsung dari rumah ke rumah. Data ini dapat dimanfaatkan agar intervensi lebih tepat sasaran. Kami juga berharap Gerakan Ibu Asuh tidak hanya berfokus pada edukasi, tetapi menghadirkan intervensi nyata melalui pemenuhan gizi, pemberdayaan keluarga, serta kolaborasi dengan berbagai mitra," katanya.
Ia menyampaikan hal tersebut saat bertemu Ketua PW Muslimat NU Provinsi Maluku Uri L Daeng Malimpo beserta jajaran pengurus di Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku di Ambon.
Dia menjelaskan inisiatif Gerakan Ibu Asuh yang dijalankan Muslimat NU memiliki semangat yang sejalan dengan Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), salah satu program prioritas Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN.
Ia menjelaskan data Keluarga Berisiko Stunting yang dimiliki BKKBN dapat menjadi acuan menentukan sasaran penerima manfaat sehingga bantuan pangan bergizi, pendampingan, maupun program pemberdayaan keluarga dapat diberikan secara lebih efektif.
Menurut dia, hingga saat ini sebagian besar intervensi terhadap keluarga berisiko stunting masih didominasi kegiatan edukasi.
Oleh sebab itu, keterlibatan organisasi keagamaan dan masyarakat menjadi penting untuk memperkuat upaya pemenuhan gizi, pendampingan keluarga, hingga pemberdayaan ekonomi secara berkelanjutan.
Sebagai tindak lanjut pertemuan tersebut, BKKBN Maluku akan mendukung pelaksanaan Gerakan Ibu Asuh melalui penyediaan data sasaran, pendampingan program, serta pencatatan setiap bentuk intervensi sebagai bagian dari capaian nasional Program Genting.
"Apa yang sudah dilakukan Muslimat NU merupakan langkah yang sangat baik. Jika setiap intervensi didokumentasikan dan dilaporkan, maka akan tercatat sebagai bagian dari capaian nasional. Bahkan, ini dapat menjadi contoh praktik baik kolaborasi pemerintah dan organisasi kemasyarakatan dalam percepatan penurunan stunting," ujarnya.
Ketua PW Muslimat NU Provinsi Maluku Uri L Daeng Malimpo mengatakan Gerakan Ibu Asuh telah dijalankan sejak 2023 sebagai bentuk kepedulian organisasi terhadap keluarga berisiko stunting.
Melalui program tersebut, anggota Muslimat NU secara rutin melakukan kunjungan bulanan ke keluarga sasaran, memberikan edukasi mengenai pola asuh dan pemenuhan gizi, sekaligus menyalurkan bantuan makanan bergizi seperti telur dan susu yang berasal dari swadaya para anggota.
"Program Ibu Asuh sudah kami jalankan sejak tahun 2023. Setiap bulan kami turun mendampingi keluarga berisiko stunting, memberikan edukasi sekaligus membawa bantuan makanan bergizi dari hasil patungan para anggota. Kami berharap melalui kolaborasi dengan BKKBN, manfaat program ini dapat menjangkau lebih banyak keluarga di Maluku," katanya.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan pendampingan bagi keluarga berisiko stunting di berbagai kabupaten dan kota di Maluku, sehingga upaya mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting dapat berjalan lebih efektif melalui sinergi pemerintah dan organisasi keagamaan.
Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Uploader : Moh Ponting
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.