Waspada, Menu Sarapan Ini Diam-diam Bisa Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung

Daftar Isi

Jakarta -

Sarapan kerap disebut sebagai waktu makan terpenting untuk memulai hari. Namun, tidak semua menu sarapan memberikan manfaat bagi kesehatan.

Beberapa menu sarapan yang rutin menjadi pilihan, tanpa disadari dapat berisiko bagi kesehatan jantung. Makanan-makanan yang tinggi natrium, lemak jenuh, hingga rendah serat sebaiknya perlu menjadi perhatian.

Dikutip dari Eating Well, dokter spesialis jantung Robert Segel, MD beberapa makanan memang diam-diam mengandung natrium tersembunyi seperti sosis asin, kornet.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Asupan natrium yang tinggi menyebabkan retensi cairan, meningkatkan tekanan darah, dan meningkatkan risiko gagal jantung," kata Segel.

Dikutip dari laman Kemenkes, beberapa makanan yang mungkin menjadi pilihan sarapan dan tinggi garam seperti ikan asin atau telur asin atau makanan diawetkan (seperti makanan kemasan atau siap saji) sebaiknya harus dibatasi.

Penelitian menemukan bahwa orang yang mengonsumsi makanan tinggi natrium mungkin 19 persen lebih berisiko terkena penyakit kardiovaskular dibandingkan orang yang mengikuti pola makan rendah natrium.

Kelebihan natrium mengganggu fungsi sistem yang mengatur tekanan darah (disebut sistem renin-angiotensin) dan membuat jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah.

Beberapa produk daging olahan juga tidak hanya tinggi garam, tapi kaya akan lemak jenuh sehingga berisiko meningkatkan kolesterol jahat. Studi menunjukkan, mengkonsumsi lebih dari 140 gram daging olahan per minggu dapat menaikkan risiko penyakit kardiovaskular hingga 46 persen.

Jika menu sarapan yang dipilih rendah serat, ini mungkin lebih berisiko terhadap kesehatan jantung dalam jangka panjang. Meskipun semua serat bermanfaat, serat larut adalah yang terbaik untuk kesehatan jantung.

Serat ditemukan dalam makanan nabati seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Meskipun serat paling dikenal karena menjaga sistem pencernaan tetap teratur, serat juga menawarkan perlindungan terhadap penyakit jantung dan diabetes.

(dpy/naf)