Wabup Kotim ajak masyarakat bersatu wujudkan daerah bebas narkoba

Wabup Kotim ajak masyarakat bersatu wujudkan daerah bebas narkoba

Kamis, 23 Juli 2026 18:21 WIB

Image Print

Wakil Bupati Kotim Irawati bersama BNNK Kotim dan instansi terkait usai menghadiri kegiatan peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI), Kamis (23/7/2026). ANTARA/Devita Maulina.

Sampit (ANTARA) - Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, Irawati mengajak seluruh elemen masyarakat bersatu memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika sebagai komitmen mewujudkan daerah yang bersih dari narkoba.

"Pemkab mendukung penuh upaya BNNK dan berharap kabupaten ini menjadi daerah yang bersih dari narkoba, sehingga masyarakat dapat hidup dengan baik dan produktif," kata Irawati.

Hal ini ia sampaikan usai mengikuti mengikuti Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) secara daring di Aula Kantor Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kotim. Turut hadir dalam kegiatan itu Kasat Narkoba Polres Kotim, perwakilan DPRD, Kejari dan lainnya.

Irawati menegaskan pemerintah daerah terus memperkuat sinergi dengan BNNK Kotim dan Polres Kotim untuk menekan peredaran narkoba yang masih menjadi ancaman di wilayah tersebut.

Menurutnya, perlindungan terhadap generasi muda menjadi perhatian utama, terlebih peringatan HANI tahun ini bertepatan dengan momentum Hari Anak Nasional yang mengingatkan pentingnya menjaga anak dari pengaruh narkotika.

"Kami mengajak seluruh masyarakat, tokoh agama dan tokoh adat bersama-sama mengatakan tidak untuk narkoba, agar anak-anak kita terlindungi dan mendapatkan haknya untuk tumbuh serta belajar dengan baik," ajaknya.

Sementara itu, Kepala BNNK Kotim AKBP Muhammad Fadli menyampaikan peringatan HANI yang diikuti secara daring ini ditampilkan hasil pengungkapan berbagai kasus narkotika oleh BNN dengan barang bukti mencapai 3,3 ton serta penyitaan aset senilai Rp165 miliar.

Ia mengakui Kotim juga termasuk daerah yang rawan terhadap peredaran narkotika sehingga diperlukan kolaborasi seluruh unsur pemerintah, aparat penegak hukum dan masyarakat, agar wilayah tersebut tidak menjadi tempat masuk maupun peredaran gelap narkoba.

BNNK Kotim pun terus menggencarkan upaya pencegahan melalui sosialisasi termasuk di antaranya menyasar lingkungan pendidikan, sejalan dengan program ANANDA BERSINAR (Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak) yang telah diluncurkan belum lama ini.

Dalam sepekan terakhir, BNNK Kotim mendatangi sejumlah sekolah selama pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk memberikan edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika kepada para pelajar. Ia menegaskan, sosialisasi ini dilakukan secara berkelanjutan sebagai langkah pencegahan dini.

Pewarta : Devita Maulina
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.