Viral Celana 'Mematikan' Rilisan Zara, Banyak Pembeli Terjatuh hingga Cedera

Paris -

Sebuah model celana lebar dari Zara tengah menjadi perbincangan di media sosial setelah banyak pembeli mengaku mengalami cedera akibat terjatuh saat memakainya. Celana Flowing Wide-Leg Trousers itu bahkan dijuluki sebagai deadly trousers atau "celana mematikan".

Model celana dengan potongan kaki yang sangat lebar tersebut disebut-sebut berpotensi membuat pemakainya tersandung karena bagian bawah celana mudah terinjak saat berjalan. Produk itu kini ramai dibahas di TikTok, dengan lebih dari 2.000 video yang menampilkan pengalaman pengguna yang mengalami kecelakaan saat mengenakannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejumlah pengguna TikTok membagikan foto luka di lutut hingga siku akibat terjatuh. Ada pula yang mengunggah rekaman CCTV yang memperlihatkan momen ketika mereka tersandung dan jatuh.

Salah satu pengguna, Georgina, mengunggah video saat membersihkan noda darah di celananya setelah terjatuh hingga wajahnya membentur tanah. Sementara itu, kreator konten Holly Gilmer mengaku mengalami cedera yang lebih serius. Dalam unggahannya, ia memperlihatkan lutut yang terluka, kemudian foto dirinya menggunakan kursi roda dan kruk setelah mengalami patah tulang lutut akibat terjatuh.

"Apa yang sebenarnya terjadi dengan celana ini?" tulisnya dalam keterangan unggahan.

Pengalaman serupa juga dialami pengguna TikTok Jessica Pearce. Ia membagikan rekaman CCTV saat dirinya terjatuh di jalan masuk rumah yang berbatu karena tersandung celana tersebut.

"Celana Zara ini benar-benar berbahaya," tulisnya. Dalam unggahan lain, ia juga berkelakar bahwa celana itu "bisa menjadi penyebab kematianmu". Pengguna lain bahkan bercanda bahwa dirinya "hampir patah leher 46 kali" saat mengenakan model celana serupa.


Berdasarkan berbagai pengalaman yang dibagikan pengguna media sosial, penyebab utamanya diduga karena potongan celana yang sangat lebar dan tidak memiliki struktur yang kaku. Bagian bawah celana mudah masuk ke bawah telapak kaki saat melangkah sehingga meningkatkan risiko tersandung.


Fenomena ini ternyata tidak hanya dialami pengguna Zara. Banyak pemakai celana model wide-leg, baik berbahan denim, kain, maupun track pants, mengaku pernah mengalami insiden serupa.

Salah satu pengguna mengatakan dirinya hampir terjatuh saat menaiki maupun menuruni tangga karena ujung sepatu terus tersangkut pada bagian bawah celana. Pengguna lain mengaku pernah terjatuh di tangga kantor akibat mengenakan celana longgar dengan potongan panjang.

Ada pula yang menilai kombinasi sepatu hak tinggi, celana wide-leg, dan tangga merupakan perpaduan yang berisiko. Sementara pengguna lain mengaku sering tersandung saat menaiki tangga karena kakinya masuk ke bagian kaki celana yang lain.


Kasus celana Zara ini kembali memunculkan perbincangan mengenai risiko di balik tren fashion.

Sebelumnya, pada 2024, penyanyi Suki Waterhouse mengaku harus menjalani perawatan di rumah sakit akibat hernia yang menurutnya dipicu oleh celana yang terlalu ketat.

Kasus serupa juga pernah terjadi pada 2015 di Australia. Seorang perempuan di Adelaide dilaporkan mengalami gangguan serius setelah mengenakan skinny jeans yang sangat ketat. Setelah seharian berjongkok saat membantu kerabatnya membersihkan rumah, aliran darah ke betisnya terganggu hingga kakinya melemah.

Dalam perjalanan pulang, ia beberapa kali tersandung sebelum akhirnya terjatuh di sebuah taman dan tidak mampu berdiri. Karena tidak bisa berjalan, perempuan tersebut merangkak ke tepi jalan untuk meminta bantuan dan akhirnya dibawa ke rumah sakit.

Tim medis terpaksa menggunting celana jeans yang dikenakannya sebelum memberikan perawatan. Setelah menjalani perawatan selama beberapa hari, kondisinya dilaporkan pulih.

(dtg/dtg)