Update Siswa SD di Pemalang Dipalak dan Dipukuli Kakak Kelas Hingga Tewas, Kepsek dan Guru Diperiksa |Republika Online
MHA, bocah SD kelas 1 di Pemalang, Jawa Tengah, meninggal dunia setelah dipalak dan dipukuli kakak kelasnya.
REPUBLIKA.CO.ID, PEMALANG — Kasatreskrim Polres Pemalang AKP M. Faizal Wildan Umar Rela mengungkapkan, pihaknya telah memeriksa delapan saksi dalam kasus kematian siswa kelas 2 di SDN 1 Kebondalem berinisial MHA (7 tahun) yang diduga akibat aksi perundungan. Empat saksi di antaranya merupakan siswa sekolah tersebut.
“Satreskrim Polres Pemalang untuk saat ini sudah melakukan pemeriksaan terhadap enam orang saksi, di antaranya dua orang saksi anak, dua orang saksi dari pihak sekolah, kemudian dua orang lagi merupakan kedua orang tua dari korban,” ucap Faizal ketika diwawancara, Senin (5/10/2026).
Dia menambahkan, pada Senin hari ini, pihaknya juga tengah memeriksa dua saksi anak lainnya. “Saat ini berlangsung dua lagi. Kemarin dua orang saksi anak sudah, saat ini dua orang saksi anak kembali,” ujarnya.
Faizal mengungkapkan, dari pihak SDN 1 Kebondalem, dua orang yang diperiksa adalah guru dan kepala sekolah. Dia mengatakan, timnya juga sudah melakukan olah TKP. Namun Faizal belum dapat mengungkap apakah terdapat barang bukti yang diamankan dari proses tersebut.
“Untuk barang bukti nanti kami akan keluarkan pada waktu rilis. Nanti kami akan memberikan penjelasan seterang-terangnya terkait penanganan kasus ini,” kata Faizal.
Tim Biddokkes Polda Jawa Tengah (Jateng) diketahui telah melakukan autopsi terhadap jenazah MHA. Sempat beredar kabar di media sosial bahwa hasil autopsi menunjukkan terdapat bagian tubuh MHA yang rusak akibat penganiayaan.
Namun Faizal membantah kabar tersebut. “Untuk hal tersebut saya nyatakan tidak benar. Nanti kami akan sampaikan juga pada waktu rilis hasil autopsi sementara yang dari Biddokkes. Tapi untuk saat ini hasil resminya masih menunggu dari Biddokkes,” ujarnya.
MHA meninggal pada Rabu (30/9/2026) lalu. Sebelumnya dia sempat menjalani perawatan selama sembilan hari di RSUD Dr M. Ashari Pemalang, dimulai sejak 17 September 2026. MHA sudah sempat pulang. Namun tiga hari kemudian, saat hendak dibawa kembali ke rumah sakit, MHA meninggal dunia.
Selama menjalani perawatan, MHA terus mengeluhkan rasa sakit pada bagian perutnya. Kepada dokter yang menanganinya. MHA mengaku mengalami perundungan. Dia mengatakan dipukul dan ditendang di area perut oleh kakak kelasnya.