Unsoed-Ibaraki University Kolaborasi bangun ketangguhan pascabencana

Unsoed-Ibaraki University Kolaborasi bangun ketangguhan pascabencana

Rabu, 26 Agustus 2026 19:44 WIB

Image Print

Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto berkolaborasi dengan Ibaraki University, Jepang, membangun ketangguhan masyarakat dan lingkungan pascabencana melalui Joint Community-Service Program 2026 di Desa Serang, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, 17-23 Agustus 2026. ANTARA/HO-Unsoed

Sasarannya adalah pemberdayaan masyarakat pedesaan...

Purbalingga (ANTARA) - Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto berkolaborasi dengan Ibaraki University, Jepang, membangun ketangguhan masyarakat dan lingkungan pascabencana melalui Joint Community-Service Program 2026 di Desa Serang, Kabupaten Purbalingga.

Program bertema “Recovery from Natural Disaster” tersebut berlangsung selama tujuh hari, 17-23 Agustus 2026, dan dikoordinasikan International Relations Office (IRO) Unsoed. Kegiatan diikuti Prof Tatsuo Sato bersama mahasiswa Ibaraki University untuk mempelajari secara langsung proses pemulihan masyarakat dan lingkungan setelah bencana.

Rombongan mengunjungi kawasan terdampak banjir bandang di Dusun Gunung Malang, Desa Serang, Kecamatan Karangreja. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran lapangan untuk memahami dampak bencana terhadap lingkungan, permukiman, lahan pertanian, dan kehidupan masyarakat.

Peserta memperoleh penjelasan mengenai kondisi kawasan sebelum dan setelah bencana, proses terjadinya banjir bandang, arah aliran dan material banjir, hingga dampaknya terhadap permukiman serta tanaman pertanian masyarakat yang terdampak dan hilang akibat bencana.

IRO Unsoed melibatkan Komunitas Dharma Bhakti Patanjala dan komunitas lokal Edelweis Adventure sebagai mitra pendamping lapangan. Keduanya menjembatani pengetahuan akademik dengan pengalaman masyarakat sehingga mahasiswa Ibaraki University dapat memahami persoalan kebencanaan dari perspektif warga.

Komunitas Dharma Bhakti Patanjala memberikan perspektif mengenai keterkaitan kondisi ekologis, sumber daya alam, dan kerentanan wilayah pedesaan terhadap bencana. Sementara Edelweis Adventure bersama warga lokal mengenalkan lanskap Desa Serang dan perubahan lingkungan setelah bencana.

Mahasiswa juga mengamati berbagai tanaman dan sayuran yang dikembangkan masyarakat setempat untuk memahami potensi pertanian lokal serta kaitannya dengan pemberdayaan masyarakat, pengembangan agrowisata, dan pemulihan aktivitas ekonomi pascabencana.

Mahasiswa volunteer IRO Unsoed Rivai Pasaribu mengatakan program tersebut tidak hanya berfokus pada penanggulangan bencana, tetapi juga pemberdayaan masyarakat pedesaan dan pengembangan agrowisata.

“Sasarannya adalah pemberdayaan masyarakat pedesaan, pengembangan agrowisata, serta mencari solusi atas persoalan kebencanaan dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi tepat guna untuk mengatasi permasalahan tersebut,” katanya.

Menurut dia, interaksi langsung dengan masyarakat memberikan pengalaman bagi mahasiswa untuk memahami persoalan desa secara lebih konkret, sekaligus melengkapi perspektif akademik yang diperoleh melalui pembelajaran di perguruan tinggi.

Kehadiran akademisi dan mahasiswa Ibaraki University juga memperkuat kerja sama internasional Unsoed melalui kegiatan yang memadukan pembelajaran, pengabdian, dan pertukaran pengetahuan.

Melalui program tersebut, Desa Serang menjadi ruang belajar bersama Indonesia dan Jepang dalam membangun masyarakat pedesaan yang lebih tangguh.

Pemulihan pascabencana tidak hanya diarahkan untuk memperbaiki kerusakan fisik, juga membangun kapasitas masyarakat, mengembangkan potensi ekonomi lokal, memahami lingkungan, serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi risiko bencana di masa mendatang.

Pewarta: Sumarwoto
Editor: Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.