UMS berkolaborasi dengan PCA 'Aisyiyah Colomadu inisiasi Green Senior School
UMS berkolaborasi dengan PCA 'Aisyiyah Colomadu inisiasi Green Senior School
Jumat, 31 Juli 2026 18:18 WIB
Diskusi tim bersama dengan pengurus PCA Colomadu. ANTARA/HO-UMS
Solo (ANTARA) - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melalui Direktorat Riset, Pengabdian kepada Masyarakat, Pubilkasi dan Sentra KI (DRPPS) dan Pusat Studi Penyakit Kronis berkolaborasi dengan Pimpinan Cabang 'Aisyiyah (PCA) Colomadu menyelenggarakan kegiatan Ko-Kreasi Penyusunan Kurikulum & Model Green Senior School (GSS) Hypertension Edition Tahap 1 di SMP Muhammadiyah 7 Colomadu.
Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam merancang sebuah model sekolah lansia yang mengintegrasikan pendidikan kesehatan hipertensi, ketangguhan menghadapi perubahan iklim, serta dakwah lingkungan berbasis nilai-nilai Islam dan Kemuhammadiyahan.
Program Green Senior School merupakan hasil kolaborasi antara DRPPS UMS, Pusat Studi Penyakit Kronis UMS, dan PCA 'Aisyiyah Colomadu dengan dukungan pendanaan dari RisetMu PP Muhammadiyah dan UMS.
Tim pengabdian masyarakat ini terdiri dari Dwi Linna Suswardany, S.KM, M.PH (Prodi Kesehatan Masyarakat, FIK UMS/Pusat Studi Penyakit Kronis), Dr. Riandini Aisyah (Fakultas Kedokteran UMS), Wahyu Utami, Ph.D. (Fakultas Farmasi UMS), Nur Hayati, M.M. (Universitas Muhammadiyah Kudus), serta tujuh mahasiswi Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) UMS. Bersama pengurus dan kader 'Aisyiyah, tim merancang pembelajaran sesuai kebutuhan lansia Colomadu.
Green Senior School lahir sebagai respons terhadap meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia (lansia) di Indonesia yang diikuti dengan berbagai tantangan kesehatan, khususnya hipertensi, serta meningkatnya risiko perubahan iklim yang berdampak pada kelompok lansia.
Melalui pendekatan lifelong learning, program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan derajat kesehatan lansia, tetapi juga membangun literasi adaptasi perubahan iklim, memperkuat kepedulian terhadap lingkungan, dan menghadirkan dakwah yang memuliakan lansia melalui praktik nyata menjaga bumi.
Sebagai fondasi program, Green Senior School mengusung visi menjadi sekolah lansia hijau berbasis organisasi 'Aisyiyah yang unggul dan berkelanjutan dalam mewujudkan lansia yang sehat, bertakwa, mandiri, bermanfaat, dan bermartabat berdasarkan nilai-nilai Islam dan Kemuhammadiyahan.
Visi tersebut diwujudkan melalui lima pilar utama, yaitu penguatan kesehatan melalui kegiatan promotif dan preventif, pembinaan spiritualitas dan akhlak, peningkatan kemandirian melalui literasi kesehatan dan keterampilan hidup, pengembangan budaya gotong royong dan kebermanfaatan sosial, serta penerapan gaya hidup hijau yang ramah lansia dan tangguh terhadap perubahan iklim.
Ketua Tim Green Senior School UMS Dwi Linna Suswardany menyampaikan keberhasilan Green Senior School sangat bergantung pada keterlibatan aktif masyarakat, khususnya kader dan pengurus 'Aisyiyah sebagai mitra utama dalam proses pendampingan lansia.
“Kekuatan Green Senior School terletak pada kolaborasi. UMS menghadirkan dukungan keilmuan dan hasil riset, sementara PCA 'Aisyiyah Colomadu memiliki pengalaman panjang dalam mendampingi masyarakat. Sinergi ini kami harapkan mampu melahirkan program yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan lansia dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat,” ungkap Dwi Linna, Jumat.
Setelah pemaparan konsep Green Senior School, kegiatan dilanjutkan dengan sesi ko-kreasi yang melibatkan seluruh peserta melalui diskusi kelompok. Peserta dibagi menjadi dua kelompok untuk merumuskan berbagai komponen penting Green Senior School, mulai dari penyusunan konsep pembelajaran, model pelaksanaan kegiatan, struktur organisasi, hingga skema pembiayaan yang diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat Colomadu.
Diskusi berlangsung secara aktif dengan mengakomodasi berbagai masukan dan pengalaman dari para pengurus PCA 'Aisyiyah Colomadu sehingga menghasilkan rancangan program yang lebih aplikatif dan berkelanjutan.
Hasil diskusi yang telah dilaksanakan pada 27 Juli 2026 itu menunjukkan bahwa Green Senior School dirancang sebagai ruang belajar yang menyenangkan dan ramah lansia. Kurikulum tidak hanya memuat materi kesehatan mengenai hipertensi dan kesehatan geriatri, tetapi juga mengintegrasikan kegiatan olahraga ringan, pengajian bersama, pembelajaran psikologis dan spiritual, keterampilan hidup, seni, hingga praktik Green Lifestyle seperti pembibitan tanaman, bercocok tanam, serta pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA). Seluruh aktivitas tersebut dirancang dengan dasar ilmiah hasil riset agar lansia memperoleh manfaat secara fisik, mental, sosial, dan spiritual dalam satu rangkaian pembelajaran.
Dalam forum tersebut juga disepakati beberapa aspek teknis pelaksanaan, di antaranya pembelajaran dilaksanakan satu kali setiap minggu menggunakan ruang belajar dengan sarana prasarananya ramah lansia. Selain itu, akan dilakukan survei kepada calon peserta untuk menentukan skema pembiayaan dan waktu pelaksanaan yang paling sesuai sehingga program dapat menjangkau lebih banyak lansia di wilayah Colomadu.
“Green Senior School kami hadirkan sebagai ruang belajar yang sehat, aktif, religius, dan ramah lingkungan bagi lansia. Program ini dirancang sesuai kebutuhan masyarakat Colomadu agar bermanfaat dan dapat diikuti oleh berbagai kalangan,” ujar Ketua PCA 'Aisyiyah Colomadu Ani Muntazmahal.
Sekretaris PCA 'Aisyiyah Colomadu Dian Ardiyani, S.Th.I, S.T., M.Pd., menyampaikan Green Senior School merupakan program baru yang membutuhkan dukungan bersama agar dapat berkembang menjadi gerakan pemberdayaan lansia yang berkelanjutan. Menurutnya, pada tahap awal diperlukan skema pembiayaan yang terjangkau sehingga masyarakat dapat merasakan manfaat program terlebih dahulu sebelum dikembangkan lebih luas.
Selain menyusun konsep dan kurikulum, tim juga memetakan potensi komunitas PCA ‘Aisyiyah Colomadu, termasuk jejaring 11 PRA, 14 Amal Usaha Pendidikan, serta lokasi pembelajaran di wilayah PRA Baturan yang akan dikembangkan menjadi ruang belajar hijau dan kebun edukasi lansia.
Kebun tersebut dirancang dengan konsep raised bed ergonomis dan vertical garden agar mudah diakses oleh lansia, dilengkapi tanaman pangan, tanaman obat keluarga (TOGA), tanaman aromatik, area duduk teduh, serta media edukasi berbasis kode QR. Kebun ini juga akan dimanfaatkan untuk aktivitas lansia dengan tetap dipilihkan aktivitas berdasarkan hasil-hasil riset seperti hortikultura terapeutik, stimulasi pancaindra, latihan relaksasi, dan mindful garden walk guna mendukung kesejahteraan fisik, psikologis, dan sosial lansia.
Melalui Aisyiyah Green Senior School, lansia diharapkan tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga tumbuh sebagai pembelajar, penggerak keluarga, dan teladan bagi masyarakat.
Pewarta: Aris Wasita
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.