◐

Turis Dikecam, Pamer Konten Naiki Penyu yang Lagi Bertelur

Jakarta -

Sepasang turis asal Ukraina dibanjiri kecaman. Itu setelah mereka pamer sedang menaiki penyu laut yang tengah naik ke pantai untuk bertelur melalui media sosial.

Video tersebut kemudian beredar luas di media sosial dan memicu kemarahan warganet. Dikutip dari New York Post, Sabtu (3/10/2026), pasangan itu adalah Vadym Oleynik (32), influencer kebugaran yang mengaku sebagai juara kalistenik, dan pasangannya, Olena Kravchenko, seorang dokter kosmetik.

Keduanya tengah berlibur di Ras al Hadd, kawasan pesisir Oman yang dikenal sebagai lokasi penyu laut datang untuk bertelur.
Dilansir Jam Press, pasangan tersebut berada di lokasi bersama relawan lingkungan yang memantau aktivitas penyu. Namun, alih-alih hanya mengamati, keduanya justru mendekati penyu dan menaikinya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam sejumlah foto dan video yang diunggah ke media sosial Oleynik, terlihat pasangan itu bergantian duduk di atas tempurung penyu ketika hewan tersebut sedang bertelur.

Dalam salah satu video, Oleynik bahkan terlihat memegang anak penyu yang baru menetas sambil menunggani penyu dewasa.

Aksi tersebut langsung menuai kecaman. Sejumlah warganet menilai tindakan itu dapat membahayakan penyu dan mengganggu proses bertelur.

"Dasar sampah masyarakat!" tulis salah satu pengguna X.

Pengguna lainnya berkomentar, "Mereka menyiksa hewan yang begitu manis dan tidak berdosa. Mereka harus dihukum!"

Proyek konservasi asal Italia, Biologicamente, termasuk kelompok yang pertama kali menyoroti kejadian tersebut. Mereka mempertanyakan bagaimana aksi itu bisa terjadi di lokasi yang dipantau oleh relawan lingkungan.

"Sebuah asosiasi yang dijalankan secara serius dan profesional, serta didampingi oleh komite ilmiah, tidak akan pernah mengizinkan sukrelawannya untuk duduk di atas tempurung penyu demi mengambil foto penyu (selfie)," tulis Biologicamente melalui Facebook.

Mereka menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk ketidaktahuan yang tidak bisa diterima.

Otoritas Lingkungan Oman juga menyatakan bahwa tindakan pasangan tersebut melanggar aturan perlindungan satwa liar.

Otoritas mengatakan telah mengambil tindakan hukum yang diperlukan terhadap mereka. Menurut otoritas itu, perilaku semacam tersebut dapat mengancam penyu sekaligus habitatnya.

Sejumlah laporan menyebut Oleynik dan Kravchenko sempat ditahan. Namun, informasi tersebut belum terverifikasi. Setelah kejadian, Oleynik juga masih mengunggah sejumlah foto perjalanan mereka.

Dalam prosesnya, Oleynik memberikan permintaan maaf atas tindakannya. Dia mengatakan tidak mengetahui aturan yang berlaku di lokasi tersebut dan mengaku tidak bermaksud menyakiti penyu.

"Saya tidak melihat aturan yang berlaku. Saya melakukan kesalahan dan meminta maaf kepada semua orang," kata Oleynik.

Oleynik juga mengklaim mendapatkan informasi yang keliru dari organisasi yang mendampingi mereka.

Ras al Hadd merupakan salah satu kawasan penting bagi penyu laut di Oman. Penyu datang ke sejumlah pantai di kawasan tersebut untuk bertelur sehingga aktivitas wisatawan di sekitar lokasi biasanya perlu dibatasi agar tidak mengganggu satwa.

(fem/fem)