Tren Ngopi Anak Muda Berubah, Coffee Shop Bisa Jadi Ruang Berkarya dan Berkolaborasi

Bagikan:

JAKARTA – Budaya ngopi di kalangan anak muda terus mengalami perubahan. Jika dulu kedai kopi identik sebagai tempat menikmati secangkir kopi, kini fungsinya jauh lebih luas.

Coffee shop telah bertransformasi menjadi ruang untuk bekerja, mengerjakan tugas, berdiskusi, bertemu klien, hingga berkumpul bersama komunitas.

Tak heran jika banyak anak muda menghabiskan waktu berjam-jam di kedai kopi, bukan semata untuk menikmati minuman, tetapi juga mencari suasana yang mendukung produktivitas dan kreativitas.

Perubahan kebiasaan tersebut juga memengaruhi konsep yang dihadirkan berbagai coffee shop. Kini, tidak sedikit kedai kopi yang menggabungkan unsur seni, desain, hingga kolaborasi dengan kreator lokal untuk menciptakan pengalaman yang lebih dari sekadar menikmati kopi.

Pengunjung datang bukan hanya untuk mencicipi menu, tetapi juga menikmati atmosfer, berinteraksi, dan menemukan inspirasi dari ruang yang mereka tempati.

Fenomena itu tercermin dari langkah Djournal yang memperkenalkan konsep Djournal Monster Cafe di gerai flagship Pasaraya Blok M, Jakarta. Menggandeng seniman visual Indonesia, Darbotz, ruang tersebut dirancang sebagai tempat yang mempertemukan kopi, seni, dan komunitas dalam satu ekosistem kreatif.

Dewa Gede Ari Sutrisna, Brand Marketing Manager Djournal mengatakan, melalui kolaborasi teranyar antara Djournal bersama seniman visual ternama Indonesia, Darbotz, seni jalanan kini didekatkan ke dalam aktivitas harian lewat barang-barang fungsional.

"Kami ingin orang mulai masuk ke ekosistem seni dari produk-produk yang affordable (terjangkau) dan daily wear (pakaian sehari-hari)," ujar Dewa Gede Ari Sutrisna, Brand Marketing Manager Djournal.

Tak hanya menghadirkan karya seni di dalam ruang, konsep coffee shop modern juga mulai memperhatikan bagaimana pengunjung memanfaatkan setiap sudut tempat tersebut.

Area untuk bekerja secara individu, mengadakan rapat kecil, brainstorming, hingga berkumpul bersama teman kini menjadi bagian penting dalam desain sebuah kedai kopi.

Suasana ngopi.
Suasana ngopi di Djournal Pasaraya Blok M, Jakarta. (Dinno/VOI)

Selain suasana, tren ngopi juga berkembang lewat eksplorasi menu yang semakin beragam. Banyak kedai kopi mulai mengangkat cita rasa lokal dalam racikan minuman modern, menghadirkan pengalaman baru tanpa meninggalkan identitas kopi Indonesia melalui Djournal Monster Series.

Ini adalah rangkaian kreasi minuman yang mengangkat kekayaan cita rasa Indonesia melalui pendekatan yang lebih kontemporer. Seperti halnya Apple Pomelo Cold Brew menghadirkan perpaduan kesegaran apel dan jeruk bali yang terinspirasi dari Apel Malang dan Jeruk Bali.

BACA JUGA:


Enting Enting Latte mengangkat jajanan tradisional Indonesia melalui sentuhan rasa kacang karamel dan taburan enting-enting, sementara Enting Enting Chocolate memberikan alternatif non-coffee yang memadukan cokelat, kacang karamel, dan tekstur renyah enting-enting sebagai interpretasi baru atas cita rasa lokal.

"Kalau bisa diperhatikan, kombinasi kopi dengan Apple Pomelo, Enting-Enting Latte, Enting-Enting Cokelat, ini adalah taste notes yang orang Indonesia suka," ujar Dewa.

Di sisi lain, perhatian terhadap isu keberlanjutan juga mulai menjadi bagian dari perkembangan industri kopi. Beberapa coffee shop kini memanfaatkan limbah ampas kopi sebagai material interior atau dekorasi, menunjukkan budaya ngopi tidak hanya soal rasa dan suasana, tetapi juga kepedulian terhadap lingkungan.

Bersama Bell Living Lab, material pada fasad dan area bar di gerai Pasaraya Blok M Jakarta ini memanfaatkan hasil transformasi limbah kopi menjadi elemen interior yang fungsional sekaligus memiliki karakter visual yang kuat.

Sebanyak 288,75 kilogram limbah kopi, setara sekitar 8.863 cangkir kopi, diolah kembali menjadi salah satu dekorasi utama dari ruang ini menunjukkan bagaimana inovasi material dapat berjalan berdampingan dengan desain yang fungsional dan estetis.

Merchandise kolaborasi Djournal X Darbotz. (Dinno/VOI)
Merchandise kolaborasi Djournal X Darbotz. (Dinno/VOI)

Sebagai bagian dari perjalanan ini, Djournal juga menggandeng Hydro Flask dan Baller Indonesia untuk menghadirkan merchandise edisi terbatas mulai dari tumbler, kaus, topi, sticker hingga kartu uang elektronik yang sesuai dengan kebutuhan anak muda zaman sekarang.

"Kami percaya sebuah coffee shop hari ini memiliki peran yang jauh lebih luas daripada sekadar menyajikan kopi. Ia dapat menjadi ruang yang mempertemukan ide, kreativitas, komunitas, dan talenta Indonesia. Melalui langkah ini, kami ingin memperlihatkan bahwa kualitas kopi Indonesia dan kreativitas anak bangsa memiliki tempat yang sama kuatnya untuk diapresiasi. Kami berharap Djournal terus menjadi ruang yang menginspirasi lahirnya karya, percakapan, dan kolaborasi baru," ujar Bram Hendrata, CEO ISMAYA Group.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+