TNBTS maksimalkan "drone water spray" tangani kebakaran di Bromo - ANTARA News Jawa Timur

Malang Raya (ANTARA) - Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menyatakan pemadaman kebakaran di kawasan Gunung Bromo memaksimalkan drone water spray yang dikirimkan BPBD Jawa Timur, sambil menunggu kedatangan helikopter water bombing dari BNPB.    

"Kami mengandalkan pemadaman dari drone air yang dioperasionalkan oleh BPBD Jawa Timur, rencana water bombing sudah dibicarakan dengan Kepala BNPB dan menunggu kedatangan helikopter," kata Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha di Bromo, Kamis. 

Drone water spray yang dikerahkan oleh BPBD Jawa Timur di dalam operasi penanganan kebakaran memiliki daya angkut 150 liter. 

Ia menilai, mengingat kondisi medan area kebakaran yang berupa perbukitan, keberadaan sarana tersebut bisa menjangkau kawasan secara lebih luas.    

Pasalnya, mobilisasi petugas gabungan menjangkau titik-titik api terkendala kondisi medan di lokasi kebakaran, di kawasan Bromo dikatakannya terbilang sulit mendapatkan pasokan air.

"Kami harus mengambil air dan relatif memakan waktu, untuk pulang pergi dari lokasi kebakaran ke sumber air membutuhkan waktu sekitar satu jam," ucapnya. 

Rudi menyampaikan dari hasil pemantauan terakhir, helikopter pengebom air sudah bergerak ke Banjarmasin dan akan menuju ke Surabaya untuk selanjutnya mengarah ke wilayah Malang.

Selain dari sisi udara, proses pemadaman lewat jalur darat terus digencarkan guna mengantisipasi meluasnya kobaran api.  

Terkait perkembangan proses penanganan bencana kebakaran di kawasan Gunung Bromo, dia menyatakan, pada Rabu (5/8) sekitar pukul 22.00 WIB titik api sebetulnya sudah tidak terlihat. Namun pada hari ini pukul 04.00 WIB api kembali muncul kembali.  

Ia menyampaikan, kondisi itu dimungkinkan terjadi karena masih adanya bara yang menyimpan panas dan ditambah hembusan angin cukup kencang di lokasi, sehingga memantik kemunculan api hingga menyebar ke area dinding tebing.

"Kalau di belakang saya masih Probolinggo tapi di sana hampir mendekati perbatasan Malang," tuturnya.

Meski demikian, pihaknya menyampaikan kejadian kebakaran saat ini berbeda dengan tiga tahun lalu yang sampai menyebar ke area pada rumput, dikarenakan adanya Jalur Lingkar Kaldera Tengger (JLKT) dengan lebar 14-16 meter dan menjadi sekat bakar untuk mencegah penyebaran api lebih luas.

Balai Besar TNBTS optimistis keterlibatan banyak pihak mampu mempercepat upaya penanganan kejadian kebakaran di kawasan Bromo.

Peristiwa kebakaran di Bromo yang masuk ke dalam kawasan TNBTS terjadi sejak Senin (3/8) sekitar pukul 17.00 WIB, tepatnya di Blok Bantengan, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang.

Titik api kemudian dilaporkan meluas hingga masuk ke Watu Gede yang terletak di wilayah administrasi Kabupaten Probolinggo.

Pewarta: Ananto Pradana
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.