Tips Membeli Mobil Listrik: 6 Hal Penting yang Wajib Dicek Sebelum Memutuskan Membeli EV

Panduan ini dirangkum dari keterangan resmi PT Sompo Insurance Indonesia serta dilengkapi dengan analisis mengenai faktor-faktor yang sering luput diperhatikan calon pembeli mobil listrik.


Mengapa Membeli Mobil Listrik Tidak Cukup Melihat Harga?

Banyak orang menganggap harga menjadi faktor utama ketika memilih mobil listrik. Padahal, harga hanyalah sebagian kecil dari total biaya kepemilikan kendaraan.

Mobil listrik memang menawarkan biaya energi yang lebih murah dibandingkan mobil berbahan bakar minyak. Namun, pengeluaran terbesar justru bisa muncul ketika kendaraan membutuhkan perbaikan komponen utama, terutama baterai.

Karena itu, calon pembeli sebaiknya mulai mengubah cara berpikir. Jangan hanya bertanya, "Mobil listrik mana yang paling murah?" tetapi juga, "Mobil listrik mana yang paling mudah dirawat selama lima hingga sepuluh tahun ke depan?"

Sudut pandang ini penting karena pasar kendaraan listrik di Indonesia masih berkembang. Tidak semua merek memiliki jaringan servis, teknisi, maupun ketersediaan suku cadang yang sama.


Pastikan Layanan Purnajual Benar-Benar Siap

Salah satu hal pertama yang perlu diperiksa adalah kualitas layanan purnajual.

Jangan mudah tergiur harga promo atau fitur teknologi yang terlihat canggih jika produsen belum memiliki jaringan servis yang memadai.

Country Head of Motor & Auto Extended Warranty PT Sompo Insurance Indonesia, Suhandi Sumantri, mengingatkan bahwa layanan purnajual menjadi salah satu aspek yang tidak boleh diabaikan.

"Pastikan merek yang dipilih memiliki jaringan layanan purnajual yang memadai, ketersediaan suku cadang, serta dukungan teknisi yang kompeten. Jangan sampai keputusan pembelian justru menimbulkan kendala di kemudian hari karena terbatasnya layanan atau bahkan berkurangnya keberadaan dealer dan jaringan pendukung di Indonesia," ujar Suhandi melalui catatan tertulis yang diterima AKURAT.CO, Senin, 27 Juli 2026.

Artinya, calon pembeli perlu mengecek beberapa hal sebelum menandatangani surat pemesanan kendaraan, seperti:

Semakin lengkap layanan tersebut, semakin kecil risiko mengalami kesulitan ketika kendaraan membutuhkan perawatan.


Baca Juga: Tahapan Pembangunan PLTB dari Perencanaan hingga Hasilkan Listrik

Baca Juga: PLN Siapkan SPKLU Truk Listrik Pertama di Tol Trans Jawa, Ini Lokasinya

Mengapa Garansi Baterai Menjadi Faktor Paling Penting?

Komponen termahal dalam mobil listrik bukanlah motor listriknya, melainkan baterai.

Biaya penggantian baterai dapat mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah, tergantung kapasitas dan jenis kendaraan.

Karena itu, garansi baterai menjadi salah satu indikator penting sebelum membeli.

Menurut Suhandi, pembeli harus memahami secara rinci ketentuan garansi yang diberikan produsen.

"Pembeli mesti memahami dengan baik ketentuan garansi yang diberikan pabrik, mulai dari awal perlindungan, batas kilometer, hingga jenis kerusakan yang ditanggung," jelasnya.

Saat ini, banyak produsen menawarkan garansi baterai hingga delapan tahun atau sekitar 120.000–160.000 kilometer.

Namun, setiap merek memiliki syarat yang berbeda.

Beberapa hanya menanggung penurunan kapasitas baterai pada batas tertentu, sementara lainnya memberikan penggantian apabila ditemukan kerusakan produksi.

Inilah sebabnya membaca buku garansi menjadi sama pentingnya dengan melihat brosur spesifikasi kendaraan.


Mengapa Asuransi Mobil Listrik Tidak Boleh Dianggap Pelengkap?

Masih banyak calon pemilik kendaraan yang menganggap garansi pabrik sudah cukup memberikan perlindungan.

Padahal, garansi dan asuransi memiliki fungsi yang berbeda.

Garansi umumnya hanya melindungi kerusakan akibat cacat produksi atau komponen tertentu sesuai ketentuan pabrikan.

Sementara itu, asuransi memberikan perlindungan terhadap berbagai risiko yang mungkin terjadi selama kendaraan digunakan.

Suhandi menjelaskan bahwa pemilik kendaraan listrik sebaiknya memastikan polis yang dipilih benar-benar mencakup komponen utama kendaraan.

"Perlu memilih polis asuransi yang secara jelas mencakup komponen kendaraan listrik, termasuk baterai dan sistem kelistrikan bertegangan tinggi," katanya.

Langkah ini menjadi penting karena biaya penggantian baterai jauh lebih mahal dibandingkan banyak komponen mobil konvensional.

Banyak orang masih membeli asuransi berdasarkan harga premi termurah.

Padahal, untuk kendaraan listrik, cakupan perlindungan jauh lebih penting daripada selisih premi beberapa ratus ribu rupiah.

Premi yang sedikit lebih tinggi bisa menjadi keputusan finansial yang lebih bijak apabila mampu melindungi komponen bernilai ratusan juta rupiah.


Apakah Mobil Listrik Aman Saat Banjir?

Ini menjadi salah satu pertanyaan yang paling sering muncul di Indonesia.

Jawabannya adalah ya, tetapi ada batasnya.

Mobil listrik modern telah dirancang dengan sistem perlindungan baterai yang tahan terhadap percikan air maupun genangan sesuai standar tertentu.

Namun, kondisi tersebut bukan berarti kendaraan aman apabila terendam banjir.

Menurut Suhandi, kendaraan yang terendam tetap berisiko mengalami kerusakan serius pada baterai maupun sistem elektronik.

Karena itu, ia mengimbau konsumen memastikan perlindungan terhadap risiko banjir tercantum dalam garansi maupun polis asuransi.

"Pastikan garansi maupun polis asuransi menjelaskan perlindungan yang jelas terhadap risiko banjir agar terhindar dari biaya perbaikan yang besar di kemudian hari," ujarnya.

Hal ini sangat relevan bagi masyarakat Indonesia yang tinggal di wilayah dengan potensi banjir musiman.


Simulasi: Mana yang Lebih Menguntungkan dalam Jangka Panjang?

Bayangkan ada dua calon pembeli.

Pembeli A memilih mobil listrik dengan harga paling murah tanpa memeriksa jaringan bengkel, garansi baterai, maupun cakupan asuransi.

Sementara Pembeli B memilih kendaraan dengan harga sedikit lebih tinggi, tetapi memiliki jaringan servis luas, garansi baterai yang jelas, serta polis asuransi yang melindungi baterai dan risiko banjir.

Empat tahun kemudian, kendaraan keduanya mengalami gangguan pada sistem baterai setelah terdampak banjir.

Pembeli A harus menunggu suku cadang lebih lama dan menanggung biaya perbaikan yang besar karena kerusakan tersebut tidak tercakup dalam perlindungan.

Sebaliknya, Pembeli B memiliki proses penanganan yang lebih cepat karena dukungan layanan purnajual dan perlindungan asuransi yang memadai.

Simulasi ini menunjukkan bahwa keputusan membeli mobil listrik tidak boleh hanya didasarkan pada harga awal. Total biaya kepemilikan (total cost of ownership) selama bertahun-tahun justru menjadi faktor yang lebih menentukan nilai investasi kendaraan.


Mobil Listrik Adalah Investasi Jangka Panjang, Bukan Sekadar Mengikuti Tren

Popularitas mobil listrik diperkirakan terus meningkat seiring bertambahnya pilihan model dan meluasnya infrastruktur pengisian daya di Indonesia.

Namun, pertumbuhan pasar juga menghadirkan tantangan baru bagi konsumen. Semakin banyak merek hadir, semakin penting pula melakukan riset sebelum membeli.

Jangan hanya membandingkan spesifikasi di atas kertas. Perhatikan pula kesiapan ekosistem pendukung, mulai dari layanan servis, ketersediaan suku cadang, garansi baterai, hingga perlindungan asuransi.

Dengan cara tersebut, keputusan membeli mobil listrik tidak hanya memberikan pengalaman berkendara yang lebih ramah lingkungan, tetapi juga menjaga nilai investasi dalam jangka panjang.

Pada akhirnya, kendaraan listrik bukan sekadar simbol perkembangan teknologi. Nilai sebenarnya terletak pada bagaimana pemilik mampu mengelola risiko sejak hari pertama kendaraan dibawa pulang. Karena itu, sebelum memanfaatkan berbagai promo yang biasanya hadir menjelang pameran otomotif seperti GIIAS 2026, luangkan waktu untuk mengevaluasi seluruh aspek kepemilikan, bukan hanya harga. Pantau terus perkembangan industri kendaraan listrik agar keputusan yang Anda ambil benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan kondisi penggunaan sehari-hari.

Baca Juga: Vale Percepat Proyek HPAL, Perkuat Rantai Pasok Kendaraan Listrik Indonesia

Baca Juga: Mengapa Penghematan Energi Listrik Berkontribusi pada Mitigasi Perubahan Iklim? Ini Penjelasan Lengkapnya

FAQ

Apa yang paling penting sebelum membeli mobil listrik?

Hal terpenting adalah memastikan kendaraan memiliki jaringan layanan purnajual yang luas, garansi baterai yang jelas, ketersediaan suku cadang, serta perlindungan asuransi yang sesuai. Faktor-faktor tersebut akan memengaruhi biaya dan kenyamanan kepemilikan dalam jangka panjang.

Berapa lama garansi baterai mobil listrik?

Sebagian besar produsen menawarkan garansi baterai hingga delapan tahun atau sekitar 120.000–160.000 kilometer. Namun, cakupan perlindungan dan syarat klaim dapat berbeda pada setiap merek.

Apakah mobil listrik aman digunakan saat banjir?

Mobil listrik modern memiliki sistem perlindungan baterai yang tahan terhadap percikan air dan genangan sesuai batas tertentu. Meski demikian, kendaraan yang terendam banjir tetap berisiko mengalami kerusakan pada baterai maupun sistem elektronik sehingga perlu penanganan khusus.

Apakah baterai mobil listrik ditanggung oleh asuransi?

Tidak semua polis asuransi memberikan perlindungan terhadap baterai kendaraan listrik. Karena itu, calon pemilik perlu membaca isi polis dan memastikan baterai serta sistem kelistrikan bertegangan tinggi termasuk dalam cakupan perlindungan.

Apakah biaya perawatan mobil listrik lebih murah?

Secara umum, biaya perawatan rutin mobil listrik lebih rendah dibandingkan mobil berbahan bakar bensin karena memiliki lebih sedikit komponen bergerak. Namun, apabila terjadi kerusakan pada baterai atau sistem kelistrikan utama, biaya perbaikannya bisa jauh lebih tinggi.

Mengapa layanan purnajual penting saat memilih mobil listrik?

Layanan purnajual menentukan kemudahan servis, ketersediaan suku cadang, serta kecepatan penanganan ketika terjadi kerusakan. Jaringan servis yang kuat juga dapat membantu menjaga nilai jual kembali kendaraan.