Tiga pegawai Pemkab Jayawijaya ditembak di Muliama
Jayapura (ANTARA) - Tiga pegawai Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, ditembak saat bersama rombongan mengantarkan bantuan kepada masyarakat di Distrik Muliama, Rabu.
Komandan Kodim 1702/Jayawijaya Letkol Inf Ilham Datu Ramang saat dihubungi ANTARA dari Jayapura, Rabu petang, mengatakan penembakan terjadi sekitar pukul 15.45 WIT.
Menurut laporan yang diterimanya, ketiga korban merupakan pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya dan diduga ditembak oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB).
Dandim mengatakan ketiga korban dilaporkan meninggal dunia dan telah dievakuasi ke RSUD Wamena.
"Insiden tersebut terjadi saat korban bersama rekan-rekannya sedang mengantarkan bantuan pangan dengan menggunakan kendaraan roda empat," kata Ilham.
Ia mengatakan rombongan tersebut seluruhnya berjumlah delapan orang dan sedang mengantarkan bantuan berupa ternak babi kepada masyarakat.
Menurut laporan yang diterima Dandim, sebelum penembakan terjadi, pelaku sempat memisahkan anggota rombongan yang bukan orang asli Papua (OAP) dari rekan-rekannya yang merupakan OAP.
Sementara itu, Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Pol Yusuf Sutejo membenarkan terjadinya penembakan terhadap tiga pegawai Pemerintah Kabupaten Jayawijaya di Distrik Muliama.
Namun, kepolisian masih menyebut pelaku sebagai orang tidak dikenal karena kronologi dan pelaku penembakan masih dalam penyelidikan.
Kepolisian juga menyampaikan data sementara yang berbeda mengenai kondisi korban, yakni dua orang meninggal dunia dan seorang lainnya dalam kondisi kritis.
Seluruh korban telah dievakuasi ke rumah sakit, sedangkan aparat masih melakukan pendalaman di lokasi kejadian.
Baca juga: Tiga kendaraan Freeport ditembak di Mile 60, polisi buru pelaku
Baca juga: TNI-Polri gelar razia dan patroli di Dekai
Baca juga: Tim gabungan selidiki kasus penembakan terhadap warga di Dekai
Pewarta: Evarukdijati
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.