500 redkar Banjarmasin diedukasi keselamatan menjalankan tugas - ANTARA News Kalimantan Selatan
Banjarmasin (ANTARA) - Sebanyak 500 relawan pemadam kebakaran (redkar) di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan mendapat edukasi keselamatan menjalankan tugas, baik sedang berkendaraan maupun saat di lapangan.
Wakil Wali Kota Banjarmasin Hj Ananda di Banjarmasin, Rabu, menyampaikan, sebagai daerah yang sangat banyak memiliki redkar sangat penting kegiatan ini diintensifkan, utamanya untuk keselamatan berkendaraan.
Karenanya kegiatan edukasi safety driving dan penanganan pertolongan pertama dalam situasi kedaruratan kecelakaan ini melibatkan Polresta Banjarmasin dan Basarnas.
Menurut dia, kegiatan ini sebagai respons atas kondisi di lapangan, khususnya kecelakaan yang kerap terjadi ketika relawan bergerak menuju lokasi kebakaran.
Menurut dia, para relawan memiliki niat membantu masyarakat, sehingga keselamatan mereka juga harus menjadi perhatian pemerintah.
“Kecelakaan ini sangat disayangkan terjadi karena keinginan mereka untuk membantu orang banyak, tetapi ternyata mereka yang mengalami kecelakaan. Hal inilah yang ditangkap oleh Pak Wali Kota,” ujar Hj Ananda.
Ananda menambahkan, perhatian terhadap perlindungan relawan juga semakin diperkuat setelah dirinya mendatangi keluarga almarhum Muhammad Firman Ariyadi, salah seorang relawan resmi yang meninggal dunia.
Dari hasil koordinasi, diketahui almarhum tercatat sebagai relawan resmi, namun belum mendapatkan perlindungan BPJS.
“Kami menginginkan jangan sampai terjadi lagi seperti ini. Setiap relawan yang terdaftar resmi di BPK dan terdata di Dinas Damkar harus mendapatkan santunan apabila meninggal dunia atau mengalami kecelakaan berat saat menjalankan tugas kerelawanannya,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Banjarmasin, Hendro mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan selama lima hari dengan pembagian berdasarkan kecamatan.
"Setiap kecamatan diikuti sekitar 140 peserta, sehingga total peserta mencapai lebih dari 500 relawan," sebut Hendro.
Menurut Hendro, materi safety driving akan memberikan pemahaman mengenai risiko berkendara dalam kecepatan tinggi, termasuk kondisi kendaraan yang digunakan.
Sementara materi pertolongan pertama dari Basarnas akan membekali relawan dengan kemampuan menangani kondisi darurat, seperti sesak napas atau kondisi korban lainnya, sebelum mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Pewarta: Sukarli
Editor : Firman
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.