Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
Wahyu SK
| 16 Oktober 2026, 18:13 WIB

Menjelang masa pensiun, Kolonel Kav. Edward Sitorus menjalankan penugasan dalam Satgas Karhutla. - Foto: Dok. Pribadi
AKURAT.CO Masa pengabdian seorang prajurit tidak hanya diukur dari pangkat dan jabatan yang pernah disandangnya, tetapi juga kesediaannya untuk terus hadir ketika negara membutuhkan.
Bagi Kolonel Kav. Edward Sitorus, semangat itu masih menyala. Bahkan ketika masa dinasnya di TNI Angkatan Darat tinggal menghitung hari.
Lulusan Akademi Militer tahun 1990 ini dijadwalkan mengakhiri masa dinasnya pada awal November 2026. Namun, menjelang purnatugas, Edward justru masih menjalankan penugasan yang membawanya ke Kalimantan dalam Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla).
Ada cerita sederhana di balik keterlibatannya. Sejumlah junior sempat merasa sungkan untuk meminta kesediaan Edward bergabung dalam satgas penyuluhan dari Mabes TNI. Sebagai perwira senior yang akan segera menyelesaikan pengabdiannya, mereka khawatir permintaan itu terasa kurang pantas.
Namun, Edward memberikan jawaban yang mencerminkan prinsip yang dipegangnya selama menjadi prajurit.
Ia menyampaikan bahwa dirinya tidak pernah menolak tugas. Senioritas, menurut sikap yang ditunjukkannya, tidak seharusnya menjadi penghalang ketika ada pekerjaan yang harus diselesaikan demi kepentingan bersama.
Sikap itu menjadi gambaran bahwa bagi Edward, pengabdian bukan semata-mata tentang posisi atau berapa lama lagi seseorang mengenakan seragam. Selama masih dipercaya dan mampu menjalankan tugas, kesempatan untuk berbuat sesuatu bagi masyarakat tetap layak diterima.
Dari Medan Tugas hingga Kepedulian Lingkungan
Dalam penugasan karhutla di Kalimantan, perhatian Edward tidak berhenti pada persoalan api yang harus dipadamkan. Ia juga mengajak masyarakat memahami bahaya kebakaran lahan gambut yang kerap tidak terlihat secara kasatmata.
Melalui unggahan di media sosialnya, Edward mengingatkan bahwa api yang tampak padam di permukaan belum tentu benar-benar selesai. Bara dapat bertahan di lapisan gambut bawah tanah dan kembali memicu kebakaran.
"Di permukaan padam, di dalam bisa masih membara," demikian pesan yang disampaikan Edo, panggilan akrab Edward Sitorus.
Baca Juga: Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?