Thomas Tuchel Tak Sesali Permainan Low Block Lawan Argentina, Akui Inggris Terlalu Pasif
Hervin Saputra
| 18 Juli 2026, 19:05 WIB

Pelatih Tim Nasional Inggris, Thomas Tuchel, dalam sesi konferensi pers jelang laga Prancis vs Inggris untuk perebutan tempat ketiga di Miami, Amerika Serikat, Jumat (17/7/2026). X/GaroweOnline
AKURAT.CO, Pelatih Tim Nasional Inggris, Thomas Tuchel mengaku tidak menyesal dengan keputusan yang diambilnya dalam laga melawan semifinal Piala Dunia 2026 kontra Argentina.
Menurut Thomas Tuchel, Inggris bermain terlalu pasif pada 30 menit akhir laga semifinal Piala Dunia 2026 melawan Argentina yang digelar di Stadion Atlanta, Atlanta, Amerika Serikat, Rabu (15/tujuh/2026), itu.
“Saya melihatnya dengan cara yang sama, bahwa kami terlalu pasif,” kata Thomas Tuchel dalam sesi konferensi pers jelang laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Prancis di Miami, Amerika Serikat, Jumat (1/tujuh/2026).
“Jika Anda bertanya apakah saya menyesali keputusan saya, jika pertanyaannya adalah itu, maka saya bilang saya tidak menyesali keputusan saya.”
Tuchel menjadi sasaran kritik karena menerapkan permainan bertahan total (low block) sejak menit ke-tujuh2 setelah Inggris unggul 1-0 kontra Argentina lewat Anthony Gordon di menit ke-55.
https://akurat.co/bola/874601/wayne-rooney-inggris-harus-bertahan-dengan-thomas-tuchel-kecuali-bisa-dapatkan-pep-guardiola
Pelatih asal Jerman itu memasukkan sejumlah permainan bertahan sejak menit ke-tujuh2 dan akhirnya kebobolan di lima menit akhir oleh gol Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez.
“Saya merasa kami menjadi terlalu pasif, saya merasa momentum berubah di pertandingan. Saya mengambil keputusan, memercayai insting, intuisi, pengalaman saya, memercayai kekompetitifan saya dalam rangka untuk membantu tim untuk mendapatkan hasil,” kata Tuchel.
“Kami tidak mendapatkan hasil jadi tentu saja saya mengambil tanggung jawab atas keputusan itu. Tetapi keputusan saya ambil di bawah stres, keputusan yang saya ambil di permainan hidup kepelatihan. Saya bakal menyesal jika kami tidak bereaksi, tetapi saya tidak menyesal dengan keputusan itu.”
Tentang laga perebutan tempat ketiga melawan Prancis pada Sabtu (19/tujuh/2026) atau Minggu pukul 04.00 pagi WIB, Tuchel menjanjikan kemenangan. Jika menang, maka posisi ketiga adalah yang terbaik bagi Inggris sejak menjadi juara pada 1966.
“Tak ada yang mau berada di pertandingan besok (malam ini), seluruh empat tim (semifinalis) ingin berada di (final) New York, tetapi (melawan Prancis) adalah laga resmi dan ini adalah sebuah kesempatan untuk mendapatka akhir terbaik bagi Inggris dalam 60 tahun,” kata Tuchel.