Teddy tinjau kesiapan operasional SR Rintisan di Curug - ANTARA News Kalimantan Barat

Jakarta (ANTARA) - Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya meninjau Sekolah Rakyat (SR) Rintisan di Politeknik Penerbangan Indonesia Curug, Legok, Kabupaten Tangerang, Banten, Sabtu, guna memastikan kesiapan operasional untuk menyambut para siswa dan calon siswa dalam Persiapan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Dalam tinjauan ini, Teddy berkeliling untuk melihat kesiapan ruang kelas, fasilitas belajar-mengajar hingga kegiatan ekstrakurikuler yang bisa diikuti oleh para siswa Sekolah Rakyat rintisan.

Menurut Teddy, pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari upaya Presiden Prabowo Subianto memastikan seluruh anak Indonesia memperoleh kesempatan bersekolah.

"Sekolah rakyat yang sekarang sudah 165 terbentuk pada 2025, dan tahun ini ada 100 lagi yang sekolah baru, itu adalah keinginan hati Bapak Presiden Prabowo, gimana caranya seluruh anak-anak Indonesia dapat bersekolah," ujar Teddy dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.

Teddy mengatakan saat ini sekitar 43 ribu anak telah mendapatkan kesempatan belajar melalui Sekolah Rakyat.

Tak sekadar belajar di ruang kelas, kata Teddy, para siswa mendapatkan dukungan asrama, perlengkapan sekolah, makanan, layanan kesehatan, serta pendidikan ilmu dan adab sehingga berani bermimpi dan memiliki cita-cita besar.

"Yang tidak bersekolah bisa bersekolah, yang butuh sekolah bisa melanjutkan sekolah, yang tidak pernah sekolah sama sekali bisa sekolah. Agar apa? Agar yang dulunya tidak pernah bercita-cita, belum punya mimpi, hingga dia nanti akhirnya bisa bermimpi dan bercita-cita besar," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Teddy juga melakukan dialog dengan para siswa sekaligus memberikan motivasi agar anak-anak tetap percaya diri untuk memiliki cita-cita di tengah keterbatasan.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Seskab Teddy tinjau kesiapan operasional SR Rintisan di Curug

Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Uploader : Admin Antarakalbar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.