◐

Survei Rilis Peringkat Kinerja Menteri Jelang 2 Tahun Pemerintahan

Jakarta, CNN Indonesia --

Arawicaksa Institute merilis hasil survei terkait kinerja menteri di Kabinet Merah Putih berdasarkan survei menjelang dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Berdasarkan survei, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti berada di posisi pertama dengan skor mencapai 8,1 dari skala 0-10. Kemudian, posisi keduanya ditempati Menteri Pertanian Amran Sulaiman yang mendapat skor 8,0.

"Publik menyoroti kinerja sejumlah menteri dengan gebrakan dan terobosan yang membantu terjaganya citra pemerintahan Prabowo-Gibran," kata peneliti senior Arawicaksa Institute Rudi Hartono dalam keterangan tertulis, Selasa (13/10).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Rudi, Abdul Mu'ti mendapat penilaian tinggi, salah satunya karena program revitalisasi. Kata dia, program revitalisasi pada 2025 menyasar 16.617 sekolah, sedangkan target pada 2026 diperluas menjadi 71.744 sekolah, termasuk yang terdampak bencana serta sekolah-sekolah di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Abdul Mu'ti juga mendorong peningkatan kemampuan dasar siswa-siswi Indonesia, di mana literasi sains yang mengacu pada standar Programme for International Student Assessment (PISA) naik dari 389 pada 2022 menjadi 389, sedangkan literasi membaca naik dari 359 menjadi 365.

"Hanya saja tantangan masih membayangi pada skor matematika, yang melemah dari 366 menjadi 364, menunjukkan masih beratnya persoalan pendidikan di Indonesia," ucap Rudi.

Sementara itu Amran Sulaiman dinilai berhasil mewujudkan swasembada beras dalam waktu singkat. Produksi beras pada 2025 mencapai 34,69 juta ton atau naik 13,29 persen secara tahunan, dan diperkirakan naik tipis menjadi 34.77 juta ton sepanjang 2026, mencatatkan surplus beras sebanyak 3,56 juta ton.

Kemudian, penyerapan beras oleh BULOG mencapai 3-4 juta ton tiap tahunnya, di mana harga pembelian gabah di tingkat petani ditetapkan sebesar Rp 6.500 per kg.

"Di sisi lain, keberhasilan swasembada pangan dibayang-bayangi musim kemarau panjang dan ancaman El Nino, hingga serangkaian bencana alam maupun kebakaran hutan dan lahan," tutur Rudi.

Menteri-menteri lain yang dinilai terbaik kinerjanya adalah Menteri Agama Nasaruddin Umar dengan skor 7,8; Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dengan skor 7,5; Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono dengan skor 7,4 dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dengan skor 7,1.

Selanjutnya Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin denhan skor 6,8; Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dengan skor 6,7; Menteri Luar Negeri Armanatha Nasir 6,5 serta Menteri Pertahanan Sjaffrie Sjamsoeddin 6,4.

Sementara itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menempati posisi terendah dalam skor penilaian yakni sebesar rata-rata 1,2.

"Meskipun pemerintah berhasil menahan kenaikan harga BBM bersubsidi di tengah lonjakan harga minyak dunia sebagai dampak konflik geopolitik di Timur Tengah, naiknya harga BBM non-subsidi seperti Pertamax mendorong terjadi migrasi konsumen ke Pertalite dan menimbulkan antrean panjang di berbagai SPBU," ucap Rudi.

Sejumlah nama menteri lain yang mendapat penilaian rendah adalah Menteri Desa Yandri Susanto (1,3), Menteri HAM Natalius Pigai (1,5), Menteri Perumahan Maruarar Sirait (1,6), dan Menteri Agraria dan Tata Ruang Nusron Wahid (1,8).

Rudi menyebut isu-isu terkait Koperasi Desa membuat penilaian publik terhadap Mendes Yandri juga berada di papan bawah.

"Berbagai kabar miring terhadap pelaksanaan program Kopdes perlu mendapat perhatian, supaya target mendorong ekosistem perekonomian desa bisa berjalan lebih baik dan mendapat penerimaan publik," ujarnya.

Sementara itu sorotan publik juga terarah pada Menteri ATR/BPN Nusron Wahid berkaitan dengan skandal suap yang menyeret sejumlah petinggi kementerian, politisi, dan pengusaha property terkemuka.

"Selain itu nama Nusron juga disebut-sebut dalam kasus korupsi kuota haji yang saat ini masih dalam persidangan," ucap dia.

Menteri dan pejabat lain yang masuk dalam penilaian terendah adalah Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dengan skor 2,0; Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dengan skor 2,1; Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Rini Widyantini dengan skor 2,2; Menteri Ketenaga-kerjaan Yassierli dengan skor 2,2 dan Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo dengan skor 2,3.

Sebagai informasi, survei Arawicaksa Institute dilakukan pada 3-8 Oktober 2026 kepada 1200 orang mewakili seluruh provinsi di Indonesia. Data diambil melalui wawancara tatap muka terhadap responden yang dipilih secara multistage random sampling dengan margin of error ±2,89 persen.

(dis/dal)