◐

Sumbawa Dorong Hilirisasi Garam Terintegrasi untuk Dongkrak Nilai Tambah |Republika Online

Sumbawa dorong hilirisasi garam untuk perkuat pasokan nasional.

REPUBLIKA.CO.ID, SUMBAWA, – Pemerintah Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, mendorong hilirisasi komoditas garam melalui pengembangan kawasan pergaraman terintegrasi. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah dan mengoptimalkan potensi garam daerah secara menyeluruh. Bupati Sumbawa Syarafuddin Jarot menyatakan bahwa hasil kajian awal pengembangan kawasan pergaraman menjadi pijakan penting untuk mengoptimalkan potensi garam daerah secara terintegrasi, mulai dari produksi hingga pengolahan. Hal ini disampaikannya dalam pernyataan tertulis yang diterima di Sumbawa, Rabu (30/9). "Pengembangan kawasan pergaraman merupakan bagian penting dari upaya mendorong hilirisasi potensi daerah, meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani garam, sekaligus memperkuat posisi Sumbawa dalam mendukung kebutuhan garam nasional," kata Jarot. Pembahasan hasil kajian awal tersebut dilakukan Pemkab Sumbawa bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Gedung BJ Habibie, Jakarta. Pertemuan ini merupakan bagian dari rangkaian koordinasi dengan pemerintah pusat setelah sebelumnya mengikuti audiensi bersama Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Menurut Jarot, kajian dan perencanaan yang matang sangat diperlukan agar potensi pergaraman Sumbawa dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan industri dan pasar. Hasil kajian ini akan menjadi bahan untuk mematangkan konsep kawasan pergaraman sekaligus memperkuat usulan pembangunan yang dapat mendukung sektor tersebut dalam agenda pembangunan nasional.

Sinergi Lintas Sektor

Jarot menekankan bahwa pengembangan kawasan pergaraman membutuhkan sinergi lintas sektor. Cakupannya sangat luas, meliputi peningkatan produksi, pengolahan, pemasaran, infrastruktur, hingga penguatan kelembagaan petani. "Kami akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat, BRIN, dan seluruh pemangku kepentingan agar potensi besar ini dapat dikembangkan secara terencana dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujarnya. Hilirisasi diarahkan agar komoditas garam tidak hanya berhenti sebagai bahan baku, melainkan dapat diolah menjadi produk dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi. Strategi ini diharapkan dapat memperluas manfaat ekonomi di daerah.

Dampak bagi Petani dan Ekonomi Daerah

Pengembangan rantai usaha dari hulu hingga hilir diharapkan mampu meningkatkan posisi petani garam dalam rantai nilai komoditas. Selain itu, langkah ini juga membuka peluang usaha baru pada sektor pengolahan dan pemasaran. Bagi petani, pengelolaan kawasan secara terintegrasi diharapkan dapat mendorong peningkatan produktivitas, memperluas akses pasar, dan meningkatkan peluang pendapatan. Pengembangan ini juga diarahkan untuk membangun ekosistem pergaraman yang mampu menghubungkan produksi petani dengan kebutuhan industri, sehingga pemanfaatan potensi garam dapat berlangsung secara berkelanjutan. Dengan penguatan produksi dan hilirisasi, Sumbawa diharapkan dapat meningkatkan nilai ekonomi komoditas garam sekaligus berkontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan garam nasional. Pemkab Sumbawa selanjutnya akan menggunakan hasil kajian sebagai bahan koordinasi dengan pemerintah pusat dan pemangku kepentingan terkait untuk menyusun langkah teknis serta memperkuat usulan pembangunan kawasan pergaraman. Pengembangan kawasan tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan produksi garam, tetapi juga membangun rantai nilai dari hulu hingga hilir. Tujuan utamanya adalah agar potensi komoditas ini dapat memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi petani, masyarakat, dan perekonomian daerah.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara