Status tanggap darurat karhutla di Barito Selatan berpotensi diperpanjang

Status tanggap darurat karhutla di Barito Selatan berpotensi diperpanjang

Selasa, 1 September 2026 04:41 WIB

Image Print

Kepala BPBD Barito Selatan, Agus In'Yulius saat diwawancarai di Buntok, Senin (31/8). ANTARA/Bayu Ilmiawan

Buntok (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, menyiapkan kemungkinan memperpanjang Status Tanggap Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla) seiring kondisi cuaca dan potensi kebakaran yang masih mengkhawatirkan.

Kepala BPBD Barito Selatan, Agus In'Yulius, mengatakan, Status Siaga Karhutla sebelumnya telah sempat berjalan selama 17 hari dari rencana 30 hari, namun status tersebut kemudian ditingkatkan menjadi Tanggap Darurat karena terjadi peningkatan kondisi kebencanaan.

"Status siaga kemarin hanya 17 hari, karena terjadi peningkatan sehingga akhirnya kita naikkan statusnya menjadi Tanggap Darurat," katanya di Buntok, Senin.

Status tanggap darurat ini, lanjut Agus, berlaku selama 30 hari dan dijadwalkan berlangsung hingga 5 September 2026, namun masa tersebut masih dapat diperpanjang apabila kondisi di lapangan belum memungkinkan untuk mengakhiri status tanggap darurat.

Dikatakannya, selama masa Tanggap Darurat, operasional penanganan karhutla menggunakan anggaran dari pos Belanja Tidak Terduga (BTT) yang berada di Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).

"Untuk BTT ini kita memang belum bisa memastikan berapa-berapanya. Karena semua akan tergantung kondisi yang ada, dan menyesuaikan kebutuhan," terangnya.

Sementara terkait dengan kendala yang dihadapi, Agus mengakui, yang paling sering dihadapi adalah terkait pengadaan bahan bakar minyak (BBM) untuk operasional kendaraan dan peralatan penanggulangan karhutla.

Ia menjelaskan, untuk kendala BBM ini sebenarnya lebih sering karena faktor ketersediaan BBM di SPBU, sebab pihaknya harus mengisi BBM tersebut di SPBU.

"Kita tahu sendiri kondisi di daerah Buntok, kendalanya sering kali di SPBU-nya yang mengalami kekosongan, sehingga saat ingin mengisi BBM, BBM-nya yang tidak ada. Jadi, bukan karena tidak ada anggarannya," tegasnya.

Meskipun demikian, terkait kendala tersebut, saat ini telah bisa teratasi dengan adanya dukungan dan kerjasama dari Polres Barito Selatan.

"Untuk mengatasi persoalan tersebut, kami menjalin kerja sama dengan Polres Barito Selatan dalam pengadaan BBM untuk kebutuhan operasional penanganan karhutla," kata dia.

Dengan begitu, untuk keperluan mendesak, Kapolres sendiri sudah mengarahkan agar sementara bisa menggunakan BBM milik Polres, sehingga kendala BBM saat ini bisa diatasi.

Terkait logistik personel, Agus juga menegaskan hingga saat ini keperluan makan dan minum personel selama masa Tanggap Darurat tidak mengalami kendala. Demikian pula dari sisi peralatan, sejumlah mesin mengalami kerusakan, tetapi BPBD terus melakukan perbaikan.

"Yang pasti, kendala terbesar yang kami hadapi saat ini adalah sebaran hotspot, luasan lahan yang terbakar serta sulitnya medan yang dihadapi. Kalau yang lain-lain, kita bersyukur semuanya bisa teratasi secara baik dengan adanya kerjasama serta koordinasi antar instansi terkait," demikian Agus.

Baca juga: Hotspot di Barsel selama Januari-Agustus 2026 mencapai 2.037 titik

Baca juga: Asap semakin tebal, legislator Barsel ajak masyarakat bersama-sama cegah karhutla

Baca juga: Legislator Barsel sebut masyarakat terbebani naiknya pajak dan retribusi daerah

Pewarta : Bayu Ilmiawan
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.