Sosok Wamentan Impian Peternak, Pengganti Sudaryono yang Jadi Bos BGN

Jakarta, CNBC Indonesia - Perhimpunan Peternak Rakyat Mandiri Indonesia (Permindo) memandang kekosongan jabatan Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) sebagai momentum bagi pemerintah untuk memperkuat sektor peternakan nasional. Organisasi tersebut berharap posisi itu diisi figur profesional yang memahami persoalan peternakan secara menyeluruh, mulai dari hulu hingga hilir.

Ketua Umum Permindo Kusnan mengatakan sektor peternakan saat ini menghadapi berbagai tantangan yang membutuhkan perhatian lebih besar dari pemerintah. Karena itu, sosok Wamentan yang baru dinilai harus memiliki kemampuan manajerial sekaligus memahami kondisi riil yang dihadapi peternak rakyat.

"Sektor peternakan membutuhkan perhatian yang lebih besar. Persoalan tingginya harga pakan, mahalnya DOC (day old chick), fluktuasi harga hasil ternak, hingga lemahnya posisi tawar peternak rakyat membutuhkan kebijakan yang tepat dan berbasis kondisi lapangan," kata Kusnan dalam keterangannya, dikutip Senin (27/7/2026).

Menurutnya, pembangunan sektor peternakan ke depan tidak cukup hanya berfokus pada peningkatan produksi. Pemerintah juga perlu membangun tata kelola yang lebih adil, memperkuat ketahanan pangan nasional, serta memastikan keberlanjutan usaha peternak rakyat sebagai tulang punggung produksi pangan.

Untuk itu, Permindo berharap pemerintah menunjuk figur yang memiliki rekam jejak di bidang peternakan, memahami kebijakan publik, mampu membangun komunikasi dengan seluruh pemangku kepentingan, serta memiliki integritas dalam menjalankan tugas.

"Kami berharap jabatan Wakil Menteri Pertanian dapat diisi oleh sosok profesional yang mampu menjadi jembatan antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan peternak rakyat. Indonesia membutuhkan pemimpin yang mampu menyatukan seluruh ekosistem peternakan untuk mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan," ujarnya.

Selain itu, Permindo menilai keterwakilan sektor peternakan di jajaran pimpinan Kementerian Pertanian akan mempercepat penyelesaian berbagai persoalan strategis. Mulai dari stabilisasi harga sarana produksi peternakan (sapronak), penguatan distribusi day old chick (DOC), pengendalian penyakit hewan, peningkatan produktivitas, hingga pengembangan hilirisasi produk peternakan.

"Peternakan adalah salah satu pilar ketahanan pangan bangsa. Karena itu, kami berharap pemerintah menempatkan figur terbaik yang memiliki kompetensi, integritas, dan keberpihakan terhadap kemajuan peternakan nasional," pungkasnya.

(dce)

Add

as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]