SMP di Kudus gelar pemilihan ketua OSIS ala Pemilu
SMP di Kudus gelar pemilihan ketua OSIS ala Pemilu
Sabtu, 24 Oktober 2026 21:41 WIB
Dua pelajar SMP Negeri 1 Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, memasukkan surat suara ke dalam kotak suara dalam pemilihan Ketua OSIS di halaman SMPN 1 Jati, Kudus, Sabtu (24/10/2026). ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif.
Kudus (ANTARA) - SMP Negeri 1 Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menggelar pesta demokrasi pemilihan Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) seperti layaknya pemilihan umum (Pemilu), sebagai bagian dari implementasi proyek kokurikuler serta mengenalkan nilai-nilai demokrasi secara nyata, Sabtu.
"Kegiatan edukatif yang melibatkan seluruh warga sekolah ini telah sukses berjalan rutin selama tiga tahun terakhir. Hal ini juga untuk menghadirkan pengalaman yang otentik pemahaman langsung mengenai tahapan dan proses pemilu yang jujur dan adil," kata Kepala SMP Negeri 1 Jati Kudus Sumaryatun, S.Pd., M.Pd sela pemilihan ketua OSIS di halaman sekolah, Sabtu.
Untuk menyelenggarakan pemilihan ketua OSIS tersebut, kata dia, pihak sekolah turut menggandeng Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat sebagai narasumber. Kehadiran KPU bertujuan untuk membekali para siswa dengan pemahaman langsung mengenai tahapan dan proses pemilu yang jujur serta adil.
Proses pemilihan ketua OSIS tahun ini, kata dia, terbilang cukup kompetitif. Dari hasil penyaringan bertahap yang dimulai dari belasan kandidat, mulai dari 16, 8, 6, hingga tersisa empat besar sebagai calon terbaik yang seluruhnya merupakan siswa kelas VIII.
Pencalonan dilakukan secara terbuka, baik atas inisiatif mandiri siswa maupun hasil usulan dari masing-masing kelas.
"Sebelum hari pemungutan suara, para calon didampingi tim sukses (Timses) masing-masing telah melakukan kampanye ke kelas-kelas untuk menyampaikan visi dan misi mereka," ujarnya.
Ia mengajak anak-anak berdemokrasi secara nyata walaupun masih dalam lingkup sekolah.
"Melalui kegiatan ini, mereka belajar bagaimana memilih pemimpin yang jujur, bijak, dan mampu mewakili suara siswa demi kemajuan sekolah," ujarnya.
Tidak hanya sekadar mencoblos, kegiatan tersebut juga memacu kreativitas siswa karena seluruh perlengkapan pemungutan suara, seperti bilik suara dan kotak suara, dibuat secara mandiri oleh para siswa dalam bentuk kelompok di setiap kelas.
"Hasil karya ini tidak hanya digunakan saat pemungutan suara, tetapi juga masuk dalam penilaian instrumen proyek kokurikuler," ujarnya.
Untuk memastikan tingkat partisipasi yang tinggi, pihak sekolah memberlakukan sistem absensi yang ketat bagi siswa maupun guru. Bagi warga sekolah yang belum memberikan hak suaranya, pihak panitia dan pengelola sekolah akan melakukan penelusuran langsung agar seluruh suara terakomodasi.
Arya, salah satu siswa mengakui senang bisa mengikuti pemilihan ketua OSIS, layaknya pemilu.
"Tentunya, ketika dewasa dan memiliki hak pilih tidak perlu kesulitan menggunakan hak pilih," ujarnya.
Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.