Siswa Sekolah Rakyat di Kediri belajar penguatan karakter - ANTARA News Jawa Timur
Kediri (ANTARA) - Siswa di Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Kediri, Jawa Timur diajarkan penguatan karakter saat mengikuti masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) di sekolah tersebut.
Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Kediri Nur Zam'ah, Kamis, mengemukakan para pelajar sangat antusias mengikuti MPLS, termasuk para siswa jenjang sekolah dasar yang dinilai mampu menunjukkan kedisiplinan selama mengikuti rangkaian kegiatan.
"MPLS bertujuan memperkenalkan lingkungan sekolah kepada peserta didik, mulai dari kebiasaan, tata tertib, budaya sekolah hingga kehidupan di asrama. Harapannya anak-anak dapat beradaptasi dengan baik sehingga siap mengikuti proses pembelajaran," katanya di Kediri.
Ia berharap dengan edukasi yang diberikan mereka makin semangat untuk belajar. Mereka juga memahami serta menjalankan aturan sekolah dengan baik.
"Anak-anak sangat semangat. Semoga mereka selalu sehat dan gembira, mampu memahami serta menjalankan aturan sekolah maupun asrama dengan baik. Kami berharap karakter positif mereka mulai terbentuk sejak masa MPLS hingga nanti dalam kehidupan sehari-hari," kata dia.
Sementara itu, dalam pelaksanaannya Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Kediri melibatkan sejumlah instansi sebagai narasumber, antara lain TNI, Polres Kediri Kota, dinas kesehatan, dan dinas pendidikan.
Salah seorang siswa kelas X asal Kelurahan Tosaren, Kota Kediri, Vinky Syawalia Putri mengaku sempat merasa gugup saat pertama kali datang ke sekolah karena khawatir tidak memiliki teman baru. Namun, kekhawatiran tersebut berangsur hilang setelah mengikuti berbagai kegiatan selama MPLS.
"Awalnya takut tidak punya teman. Tapi setelah mengikuti kegiatan, ternyata teman-temannya ramah dan baik seperti keluarga. Jadi saya senang sekali bisa sekolah di Sekolah Rakyat," kata Vinky.
Menurut dia, suasana kekeluargaan mulai dirasakan sejak mengikuti kegiatan pra-MPLS yang diisi makan bersama, school tour, asrama tour, hingga shalat berjamaah. Ia juga mengaku nyaman tinggal di asrama karena mendapat pendampingan dari guru dan pengasuh.
Vinky yang bercita-cita menjadi penulis novel berharap kesempatan belajar di Sekolah Rakyat dapat membantunya meraih cita-cita sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarganya.
"Saya ingin memiliki tujuan hidup yang baik dan suatu saat bisa mengangkat derajat orang tua," ujar dia.
Kepala Dinas Sosial Kota Kediri Imam Muttakin mengatakan pemerintah daerah terus melakukan pendampingan dan pemantauan agar operasional Sekolah Rakyat, termasuk pelaksanaan MPLS berjalan dengan baik.
"Hasil monitor dan evaluasi menunjukkan pelaksanaan MPLS berjalan baik. Beberapa kebutuhan siswa, seperti perlengkapan dan seragam, saat ini masih dalam proses distribusi secara bertahap. Pemerintah terus memfasilitasi berbagai kebutuhan agar penyelenggaraan Sekolah Rakyat dapat berjalan optimal," kata Imam.
Ia juga mengimbau seluruh peserta didik agar mengikuti setiap rangkaian MPLS dengan sungguh-sungguh sebagai bekal sebelum memasuki kegiatan belajar mengajar di Sekolah Rakyat.
"Perhatikan setiap arahan dari guru maupun pengasuh, kemudian laksanakan dengan baik agar nanti saat proses belajar mengajar dimulai, anak-anak dapat mengikuti seluruh kegiatan secara optimal," ujar dia.
Pewarta: Asmaul Chusna
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.