Sinkhole Paling Mematikan di Dunia, Ratusan Orang Tewas

Jakarta -

Lubang runtuhan atau sinkhole adalah cekungan dramatis di permukaan Bumi, dan bisa menjadi salah satu keajaiban alam paling menakjubkan.

Namun, keindahannya yang menawan bisa diwarnai bahaya, karena banyak di antaranya telah merenggut nyawa, baik saat proses pembentukannya maupun karena daya tariknya yang terus-menerus bagi para pemanjat dan penyelam, yang sangat antusias untuk menjelajahi kedalamannya yang gelap.

Ada beberapa jenis sinkhole. Cover collapse sinkhole dianggap sebagai jenis lubang runtuhan paling berbahaya. Rongga bawah tanah ini membesar seiring berjalannya waktu saat air mengikis batuan atau sedimen. Sinkhole jenis ini dapat terjadi secara sangat tiba-tiba, sehingga bisa sangat berbahaya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peristiwa sinkhole paling mematikan

Peristiwa runtuhnya sinkhole di Kota Guatemala diyakini telah merenggut korban jiwa terbanyak, dengan 15 orang tewas ketika lubang vertikal sedalam 91,4 meter terbuka di sebuah persimpangan di kota tersebut, menghancurkan sebuah gedung berlantai tiga.

Sinkhole ini terbentuk selama Badai Tropis Agatha pada tahun 2010. Tiga tahun sebelumnya, pada tahun 2007, bencana sinkhole serupa terjadi di kota tersebut dan menewaskan tiga orang.

Beberapa sinkhole menyimpan risiko yang lebih besar daripada yang lain secara berkelanjutan, terutama sinkhole bawah air, yang bisa menjadi daya tarik tak tertahankan bagi para penyelam.

Blue Hole di Laut Merah, sebelah utara Mesir di Semenanjung Sinai, umumnya dianggap sebagai sinkhole paling mematikan di dunia, dengan perkiraan jumlah kematian penyelam berkisar antara 130 hingga 200 orang.

Dikutip detikINET dari BBC, situs penyelaman ini dikenal dengan taman karangnya yang hidup dan ikan-ikan karang yang berwarna-warni, serta belut moray, barakuda, dan sesekali ikan tuna.

Sinkhole bawah air ini turun hingga kedalaman 100 meter, tapi bagian paling berbahaya dari situs penyelaman ini adalah The Arch, sebuah terowongan bawah air yang hanya bisa dilewati oleh penyelam berpengalaman.

Manajemen udara adalah tantangan utama di kedalaman ini, di mana penyelam kurang berpengalaman sering meremehkan bahayanya. The Arch sulit ditemukan, membutuhkan waktu untuk melewatinya, dan memerlukan manajemen dekompresi yang sangat hati-hati saat naik ke permukaan untuk menghindari penyakit dekompresi.

Tempat ini juga digunakan oleh para penyelam bebas, karena kedalaman yang signifikan tersebut dapat diakses langsung dari tepi pantai, ditambah lagi tidak adanya arus air.

Adapun sinkhole terbesar dan terdalam di Bumi adalah Xiaozhai Tiankeng di China. Lubang ini kedalamannya 660 meter, dengan volume 130 juta meter kubik, menjadikannya lubang runtuhan terdalam sekaligus terbesar dunia.

(fyk/rns)

TAGS

LIHAT LAINNYA