Hobi baca semasa kecil dorong fungsi otak lebih baik saat dewasa

Jakarta (ANTARA) - Ahli saraf Universitas Cambridge Profesor Barbara Sahakian menyebut hobi membaca semasa kecil dapat berpengaruh terhadap tingkat stres yang lebih rendah, lebih sedikit masalah kesehatan mental, dan fungsi otak yang lebih baik saat dewasa.

“Ini adalah sesuatu yang harus kita dorong sejak usia dini mengingat semakin banyak bukti manfaatnya, terutama bagi anak-anak, tetapi sebenarnya, tidak pernah terlalu terlambat untuk memulai," kata Sahakian dalam siaran New York Post pada Jumat (18/9) waktu setempat.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa hobi masa kecil yang dulu sangat digemari, yang kini semakin ditinggalkan, dikaitkan dengan kesehatan mental yang lebih baik, kemampuan kognitif yang lebih tajam, dan bahkan perbedaan struktur otak di kemudian hari.

Dalam sebuah analisis yang jadi bagian dari studi Adolescent Brain and Cognitive Development, Sahakian dan rekan-rekannya melihat data dari lebih dari 100.000 anak muda di Amerika Serikat yang terdiri atas usia 9 atau 10 tahun hingga dewasa muda.

Peserta kemudian dibagi menjadi dua kelompok yakni mereka yang mulai membaca untuk kesenangan antara usia 2 dan 9 tahun, dan mereka yang mulai membaca di kemudian hari atau tidak pernah sama sekali.

Baca juga: Lupa menaruh kunci atau dompet? Bisa jadi ini penyebabnya

Hampir setengahnya atau 48 persen memiliki sedikit pengalaman membaca untuk kesenangan atau baru mulai di kemudian hari di masa kanak-kanak. Sementara yang lainnya telah menghabiskan waktu antara tiga dan 10 tahun membaca untuk kesenangan.

Tim kemudian memeriksa wawancara klinis, tes kognitif, penilaian mental dan perilaku, serta pemindaian otak dari masing-masing anak muda tersebut.

Setelah memperhitungkan faktor-faktor seperti status sosial ekonomi, mereka menemukan hubungan yang kuat antara membaca rekreasi sejak dini dan kemampuan kognitif yang lebih baik selama masa remaja.

Para pembaca awal memperoleh skor lebih tinggi pada tes yang mengukur pembelajaran verbal, memori, dan perkembangan bicara. Mereka juga cenderung berprestasi lebih baik secara akademis di sekolah.

Para pembaca muda juga memiliki kesejahteraan mental yang lebih baik, dengan lebih sedikit tanda-tanda stres dan depresi, serta perhatian yang lebih tajam dan lebih sedikit masalah perilaku, termasuk agresi dan pelanggaran aturan.

Keuntungan lainnya adalah anak-anak itu memiliki waktu lebih sedikit di depan layar. Anak-anak yang mengembangkan kecintaan pada buku sejak dini cenderung menghabiskan lebih sedikit waktu menonton TV atau bermain ponsel pintar dan tablet baik di hari kerja maupun akhir pekan setelah memasuki masa remaja.

Mereka juga cenderung lebih banyak tidur. Hobi ini mungkin juga meninggalkan jejak pada biologi mereka.

Baca juga: Hal-hal yang bisa dilakukan untuk bantu jaga ingatan jangka panjang

Pemindaian pencitraan menunjukkan bahwa remaja yang mulai membaca untuk kesenangan sejak dini memiliki area dan volume otak keseluruhan yang sedikit lebih besar, termasuk wilayah yang memainkan peran kunci dalam fungsi kognitif.

Bagian otak lain yang berbeda pada kelompok yang mulai membaca sejak dini sebelumnya telah dikaitkan dengan kesehatan mental, perilaku, dan perhatian.

“Kami mendorong orang tua untuk melakukan yang terbaik untuk membangkitkan kegembiraan membaca pada anak-anak mereka sejak usia dini,” kata Profesor Jianfeng Feng dari Universitas Fudan di Shanghai dan Universitas Warwick di Inggris.

Jika dilakukan dengan benar, Feng menilai ini tidak hanya akan memberi mereka kesenangan dan kenikmatan, tetapi juga akan membantu perkembangan mereka dan mendorong kebiasaan membaca jangka panjang, yang mungkin juga bermanfaat hingga dewasa.

Di samping itu, para peneliti juga menemukan bahwa waktu ideal membaca untuk kesenangan bagi anak kecil tampaknya sekitar 12 jam seminggu. Di luar itu, manfaatnya tampaknya mulai menurun dan skor kognitif justru mulai merosot.

Tim tersebut tidak yakin mengapa, tetapi salah satu teorinya adalah bahwa anak-anak yang menghabiskan lebih dari 12 jam seminggu dengan membaca buku mungkin terlalu banyak duduk dan tidak cukup waktu untuk aktivitas lain yang juga meningkatkan kemampuan otak mereka, seperti bermain olahraga atau bersosialisasi dengan teman-teman.

Ahli neurosains kognitif di Departemen Psikiatri Cambridge Dr. Christelle Langley menambahkan bahwa sangat penting bagi orang tua untuk memperkenalkan kebiasaan membaca pada anak.

Studi menunjukkan bahwa membaca juga dapat bermanfaat bagi orang dewasa, kaitan dengan stres yang lebih rendah, relaksasi yang lebih besar, dan peningkatan empati.

Membaca juga telah dikaitkan dengan risiko gangguan kognitif dan penyakit neurodegeneratif yang lebih rendah termasuk Alzheimer.

Baca juga: Ahli ungkap manfaat kopi pagi bagi konsentrasi dan kesehatan otak

Baca juga: 8 makanan untuk bantu tingkatkan mood dan jaga kesehatan otak

Baca juga: Dari stoberi sampai delima, ini buah yang baik bagi kesehatan otak

Penerjemah: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.