Sekretaris PM Jepang Takaichi Bantah Terlibat Video Fitnah, Oposisi Minta Ia Dipanggil
Bagikan:
JAKARTA - Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyerahkan pernyataan sekretarisnya kepada parlemen. Sekretaris itu membantah terlibat dalam dugaan pembuatan video anonim yang menyerang lawan politik, tetapi oposisi menilai penjelasannya belum cukup.
Kyodo News dikutip Rabu, 22 Juli, menyebut Takaichi mendapat tekanan karena memilih menyerahkan pernyataan sekretarisnya, bukan menjawab langsung pertanyaan anggota parlemen mengenai kasus tersebut.
Sekretaris pertama Takaichi menyatakan dirinya, kantor Takaichi, dan tim kampanye tidak pernah membuat atau menyebarkan video yang mencemarkan nama baik kandidat lain. Ia juga membantah meminta pihak ketiga melakukannya.
“Saya, kantor Takaichi, dan tim kampanye tidak pernah membuat atau menyebarkan video yang mencemarkan kandidat lain. Kami juga tidak meminta pihak ketiga melakukannya,” demikian isi pernyataan tersebut.
Dokumen itu diserahkan kepada anggota Partai Demokrat Liberal atau LDP yang memimpin Komite Anggaran Majelis Rendah atau Dewan Perwakilan Rakyat Jepang pada Rabu.
BACA JUGA:
Namun, pernyataan tersebut belum meredakan tekanan. Oposisi menilai isinya tidak jauh berbeda dari penjelasan Takaichi sebelumnya dan belum cukup untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi.
Dugaan video fitnah itu pertama kali diberitakan majalah mingguan Shukan Bunshun pada akhir April.
Shukan Bunshun mengeklaim tim kampanye Takaichi meminta sebuah perusahaan teknologi informasi membuat video anonim untuk menyerang pesaingnya dalam pemilihan ketua LDP pada Oktober lalu dan pemilihan majelis rendah pada Februari.
Salah satu tokoh yang disebut menjadi sasaran adalah Shinjiro Koizumi. Ia merupakan rival Takaichi dalam pemilihan ketua LDP dan kini menjabat menteri pertahanan.
Dalam video yang dipersoalkan itu, Koizumi disebut “tidak mampu”. Kemenangan Takaichi dalam pemilihan ketua LDP kemudian membuka jalan baginya menjadi perdana menteri.
Takaichi telah membantah keterlibatannya sejak awal Mei. Namun, penjelasannya mengenai peran sekretaris tersebut tidak konsisten sehingga memperbesar tekanan dari oposisi.
Pada 22 Juni, Takaichi mengatakan kepada parlemen bahwa ia ingin menyerahkan pernyataan sekretarisnya sebagai pengganti menjawab pertanyaan secara langsung.
Ia beralasan pembahasan berulang mengenai kasus tersebut menyita terlalu banyak waktu dan membuatnya kekurangan tidur.
Dalam pernyataan itu, sekretaris Takaichi mengakui pernah mengikuti pertemuan daring dengan orang yang diduga membuat video sebelum pemilihan ketua LDP.
Namun, ia mengaku tidak mengingat rincian pembicaraan.
“Saya tidak mengingat rincian percakapan kami,” katanya.
Menurut Kyodo News, oposisi bahkan sempat menolak mengikuti pembahasan parlemen sebagai bentuk protes terhadap penanganan kasus tersebut.
Setelah pernyataan diserahkan, Aliansi Reformasi Sentris, kekuatan oposisi terbesar di majelis rendah, kembali meminta sekretaris Takaichi dipanggil ke parlemen.
Aliansi tersebut juga meminta Komite Anggaran majelis rendah menggelar pembahasan khusus setelah masa sidang parlemen berakhir pada akhir pekan ini.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+