Satgas Karhutla Bangka maksimalkan hentikan kebakaran hutan dan lahan - ANTARA News Bangka Belitung
Tanjungpandan (ANTARA) - Satuan Tugas (Satgas) Karhutla Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berupaya memaksimalkan penghentian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi setiap hari di daerah itu.
"Kami terus berupaya dengan maksimal menghentikan dan menangani kebakaran hutan dan lahan yang setiap hari terjadi," kata Ketua Satgas Karhutla Kabupaten Bangka Achmad Suherman di Sungailiat, Rabu.
Ia mengatakan pihaknya setiap hari selalu menerima laporan aduan masyarakat mengenai kejadian dan lokasi karhutla di daerah itu.
Tingginya kejadian karhutla di Kabupaten Bangka, kata dia, mengharuskan petugas pemadam kebakaran harus mengoptimalkan armada pemadam kebakaran dengan jumlah unit yang tersedia.
"Hari ini ada enam aduan laporan kebakaran dengan waktu yang bersamaan dan tempat yang berbeda, sementara armada pemadam kebakaran (Damkar) jumlahnya hanya empat unit," kata Suherman.
Ia mengatakan pada kondisi tersebut, tim Damkar mengutamakan pemadaman api yang berpotensi meluas atau memadamkan api yang berdekatan dengan pemukiman penduduk.
"Bahkan kami terjun langsung memadamkan api dengan cara manual di kawasan hutan Desa Rebo, sambil menunggu bantuan pemadam kebakaran dari PT Timah," katanya.
Ia menjelaskan berdasarkan data laporan hingga Rabu siang, luas hutan dan lahan di Kabupaten Bangka yang terbakar menjadi 462,3 hektare di 250 titik.
"Volume luas hutan dan lahan yang terbakar itu mengalami peningkatan dibanding beberapa hari sebelumnya yang hanya 350 hektare," ujarnya.
Dia mengatakan kejadian karhutla tersebar di sejumlah wilayah kecamatan, antara lain, di Lintas Timur Kecamatan Merawang, Kecamatan Riau Silip dan Kecamatan Sungailiat.
Ia menyebutkan karhutla yang terjadi diduga disebabkan adanya unsur kelalaian masyarakat, antara lain membuang puntung rokok sembarangan atau bahkan unsur kesengajaan pembakaran.
"Saya mengajak seluruh lapisan masyarakat bersama-sama mencegah ancaman kebakaran hutan dan lahan karena potensi kebakaran masih dapat terjadi karena musim panas diprediksi berlangsung cukup lama," kata dia.
Sementara itu, Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Desa Rebo, Sungailiat, Bripol M Genza mengatakan kebakaran hutan di kawasan Bukit Rebo, Desa Rebo, Kecamatan Sungailiat yang terjadi pada Rabu sore merupakan kawasan yang direncanakan untuk pembangunan Batalyon TNI AD.
"Ada dugaan kebakaran hutan dengan unsur sengaja oleh orang yang tidak bertanggungjawab sebab modus pembakaran hampir serupa dari temuan kasus serupa yang sebelumnya terjadi terletak tidak jauh dari hutan yang terbakar saat ini," jelasnya.
Dia mengatakan pihaknya masih melakukan pendalaman untuk mengetahui pelaku pembakaran karhutla hutan di Desa Rebo tersebut.
Pewarta: Kasmono
Editor : Feny Aprianti
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.