◐

Satgas FPU 7 Polri Tuntaskan Misi Perdamaian di Afrika Tengah Tanpa Insiden Besar |Republika Online

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Satuan Tugas Formed Police Unit (FPU) 7 Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) berhasil menyelesaikan masa tugasnya selama satu tahun di bawah misi United Nations Multidimensional Integrated Stabilization Mission in the Central African Republic (MINUSCA) tanpa mencatatkan insiden besar. Keberhasilan ini menandai kontribusi signifikan Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia di kawasan konflik aktif.

Komandan Satgas FPU 7 MINUSCA, Komisaris Besar Polisi Norhayat, menyatakan bahwa beroperasi di zona konflik aktif menuntut personel untuk mempertahankan tingkat kewaspadaan tertinggi sepanjang masa penugasan mereka. Keberhasilan ini dicapai oleh 140 personel yang bertugas.

"Beroperasi di zona konflik, keamanan sudah pasti menjadi tantangan utama kami. Kami harus selalu waspada dan siap menghadapi segala kemungkinan," kata Norhayat di Jakarta, Senin.

"Untungnya, selama satu tahun misi, tidak ada insiden besar, dan kami mampu mengatasi semua tantangan operasional," tambahnya.

Tantangan Cuaca Ekstrem dan Keamanan

Di luar ancaman keamanan, Norhayat mencatat bahwa adaptasi terhadap kondisi iklim yang tidak biasa dan keras menjadi rintangan fisik yang signifikan bagi kontingen beranggotakan 140 personel tersebut. Cuaca di Afrika sangat berbeda dengan di Indonesia.

"Bertugas ke Afrika berarti berhadapan dengan kondisi cuaca yang sangat berbeda. Kami sering menghadapi cuaca ekstrem, termasuk badai hujan lebat. Itu adalah tantangan fisik terberat yang kami hadapi," ujarnya.

Kontingen juga beroperasi dalam kondisi sensitif saat mengamankan pemilihan umum di negara tuan rumah. Norhayat menekankan bahwa ketegangan politik yang meningkat selama siklus pemilu di negara yang terdampak konflik menuntut profesionalisme luar biasa.

"Pemilu secara alami meningkatkan ketegangan politik, terutama di zona konflik. Kami menjalankan tugas secara ketat dalam parameter mandat PBB, dengan fokus utama pada perlindungan warga sipil," jelasnya.

Kedekatan dengan Masyarakat Lokal

Selain operasi inti penjagaan perdamaian dan keamanan, kontingen melaksanakan inisiatif penjangkauan komunitas untuk membangun kepercayaan dengan penduduk setempat. Kegiatan ini menjadi jembatan antara pasukan perdamaian dan warga.

"Kami melakukan program keterlibatan sosial, mengunjungi gereja-gereja dan sekolah-sekolah setempat untuk terhubung dengan warga. Kami juga membagikan tas sekolah dan alat tulis kepada anak-anak. Mereka menyambut hangat kehadiran kami," tambahnya.

Ke-140 personel awalnya diterjunkan pada 10 Oktober 2025. Setelah menyelesaikan masa tugas mereka, seluruh anggota telah kembali ke Indonesia dengan selamat.

Sebagai pengakuan atas pengabdian mereka di luar negeri, Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan medali kehormatan Satyalancana Bhakti Buana kepada anggota satgas melalui Keputusan Presiden No. 71/TK/2026, tertanggal 7 September 2026.

Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Komisaris Jenderal Polisi Wahyu Hadiningrat, menyerahkan tanda kehormatan tersebut dalam sebuah upacara penyambutan pada hari Senin. Kontribusi perdamaian Indonesia di Republik Afrika Tengah akan berlanjut tanpa henti, dengan Satgas FPU 8 MINUSCA secara resmi mengambil alih tanggung jawab operasional di ibu kota, Bangui.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara