Santai Bilang Aman Utang RI Pecah Rekor, Purbaya Diserbu Warganet: Rakyat yang Dicekik Pajak!

Jum'at, 14 Agustus 2026, 11:30 WIB

Warta Ekonomi, Jakarta -

Warganet di platform X ramai menyoroti pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menilai utang pemerintah masih aman, meski per Juni 2026 jumlahnya menembus Rp10.293,69 triliun.

Seorang netizen dengan akun @90kurak**** menilai pernyataan Purbaya tidak salah, sebab rakyatlah yang akan menanggung beban pajak untuk membayar utang negara.

"Gak salah dia, orang yang mati dicekek pajak buat bayar utangnya kan rakyat," tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Jumat (14/8).

Warganet lain, akun @BrandonLee****, sependapat. Menurutnya, pejabat tidak akan terkena dampak langsung karena beban pembayaran utang ditanggung rakyat melalui pemotongan subsidi dan pengetatan pajak.

"Ya jelas merasa aman, kan yang bakal bayar utangnya lewat pajak dan pengurangan subsidi itu rakyat, bukan pejabatnya," cuit akun @BrandonLee****.

Sementara itu, akun @monkey**** menjelaskan bahwa maksud “aman” yang disampaikan Purbaya adalah secara rasio fiskal, posisi utang Indonesia masih dalam batas terkendali.

"Maksudnya, secara rasio terhadap ukuran ekonomi dan kapasitas fiskal, posisi kita masih berada dalam batas yang terkendali," ujarnya.

Penjelasan Purbaya

Sebelumnya, Purbaya menegaskan akan melihat perkembangan utang hingga akhir tahun. Menurutnya, rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) masih aman di bawah batas 60%. Saat ini, utang setara dengan sekitar 41% PDB nasional.

"Belum kan berakhir tahunnya. Nanti kita lihat akhir tahun pertumbuhannya seperti apa, harusnya akan bisa turun lagi sedikit," ungkap Purbaya kepada wartawan di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (12/8/2026).

Ia menambahkan, strategi pemerintah adalah menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap di bawah 3% serta memperketat pengumpulan pajak.

Baca Juga: Gimmick Purbaya Sukses: Utang Tembus Rp10.000 Triliun, Pendukung Jadi Buta dan Tuli!

"Strateginya kita akan batasin defisit supaya nggak tinggi-tinggi amat," jelasnya.

"Kita akan efektifkan tax collection kita, bukan naikin pajak ya. Tapi kita bersihkan cara kita beroperasi menggunakan pajak," tandasnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya