Rubio tekankan pentingnya kebebasan pelayaran di Selat Hormuz
Rubio tekankan pentingnya kebebasan pelayaran di Selat Hormuz
Rabu, 19 Agustus 2026 16:30 WIB
Arsip foto - Presiden Kolombia Abelardo De La Espriella. /ANTARA/Anadolu/py. (Anadolu)
Washington (ANTARA) - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio menekankan pentingnya menjaga kebebasan pelayaran melalui Selat Hormuz dalam pembicaraan dengan Penasihat Keamanan Nasional Uni Emirat Arab (UEA) Sheikh Tahnoon bin Zayed Al Nahyan.
Dalam percakapan itu, Rubio juga menekankan pentingnya kebebasan pelayaran melalui Selat Hormuz, menurut Departemen Luar Negeri AS, Selasa.
Rubio dan Tahnoon membahas sejumlah isu keamanan kawasan, termasuk situasi di Lebanon serta koordinasi berkelanjutan antara AS dan UEA untuk meminta pertanggungjawaban Iran dan kelompok proksinya atas serangan yang terus berlangsung.
"Keduanya membahas sejumlah isu keamanan kawasan, termasuk Lebanon, serta koordinasi berkelanjutan AS-UEA untuk meminta pertanggungjawaban Iran dan kelompok proksinya atas serangan yang terus berlangsung," kata departemen tersebut dalam pernyataan.
Sebelumnya pada Selasa, UEA menangguhkan seluruh pertukaran perdagangan dan transaksi keuangan dengan Iran "sampai pemberitahuan lebih lanjut" setelah menyatakan Iran menembakkan dua rudal balistik ke arah negara Teluk tersebut.
Ketegangan di Timur Tengah meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan bersama terhadap Iran pada Februari. Teheran kemudian membalas dengan menyerang sejumlah negara di kawasan yang menjadi lokasi aset militer AS, termasuk UEA.
Iran dan AS menandatangani nota kesepahaman pada pertengahan Juni melalui mediasi Pakistan untuk mengakhiri perang dan mencapai kesepakatan perdamaian yang langgeng.
Namun, perundingan kemudian terhenti akibat perselisihan mengenai ketentuan nota tersebut serta kebebasan pelayaran melalui Selat Hormuz, jalur penting bagi ekspor energi dunia.
Sumber: Anadolu
Pewarta : Yoanita Hastryka Djohan
Editor:
Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026