RRI dan mitra mendukung pemulihan warga Mukusaki pascagempa Flores

RRI dan mitra mendukung pemulihan warga Mukusaki pascagempa Flores

Sabtu, 5 September 2026 02:12 WIB

Image Print

RRI Ende bersama para mitra dan Perkumpulan BERGUNA menggelar Aksi Peduli Bencana Gempa Bumi Flores di Desa Mukusaki, Kabupaten Ende, Kamis (3/9/2026). ANTARA/HO-Perkumpulan BERGUNA

Kupang, NTT (ANTARA) - RRI Ende bersama para mitra dan Perkumpulan BERGUNA mendukung pemulihan warga Desa Mukusaki, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, pascagempa Flores melalui penyaluran sembako dan edukasi kebencanaan.

"RRI punya kepedulian terhadap bencana gempa ini. Untuk bisa menjangkau lebih banyak saudara kita, RRI menggandeng para mitra untuk bergerak bersama. Karena kita akan lebih kuat dan bisa membantu lebih banyak orang jika kita berjalan bersama," kata Kepala LPP RRI Ende Robinhod Simbolon dalam keterangannya diterima di Kupang, Jumat.

Ia mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian RRI sebagai lembaga penyiaran publik untuk hadir tidak hanya melalui informasi, tetapi juga aksi langsung di tengah masyarakat terdampak.

Dalam aksi ini, Tim RRI Ende menyalurkan ratusan paket sembako kepada warga Desa Mukusaki. Bantuan tersebut terwujud berkat dukungan para mitra RRI, antara lain: Serikat Awak Kapal Indonesia (SAKTI), PT SGI, Bank BRI, dan CV Kelimutu Flores Pangan.

“Penyaluran dilakukan secara langsung kepada kepala keluarga dengan harapan dapat meringankan beban warga yang masih bertahan pasca gempa,” kata Robinhod.

Selain pembagian bantuan, kegiatan tersebut juga diisi dengan edukasi kebencanaan dan trauma healing bagi anak-anak.

Materi edukasi gempa disampaikan oleh Rofinus Monteiro, Geologist sekaligus Ketua Perkumpulan BERGUNA.

Dia menjelaskan secara sederhana tentang apa itu gempa, langkah-langkah yang harus dilakukan saat dan setelah gempa, serta cara melakukan mitigasi di lingkup keluarga dan masyarakat kecil.

"Kita harus paham dulu gempa itu apa. Setelah itu kita siapkan diri. Saat goyang ingat drop, cover, dan hold on. Setelahnya kita cek rumah. Kalau retak ringan, buat tenda di samping rumah dan tetap beraktivitas. Jangan sampai trauma membuat kita berhenti hidup," tegas Rofinus.

Adapun sesi trauma healing bagi anak-anak turut dilakukan untuk membantu mereka kembali ceria dan tidak takut berlebihan terhadap gempa susulan.

Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 29 Agustus 2026 mencatat jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 di Pulau Flores, NTT, sebanyak 111 jiwa.

Pewarta : Yoseph Boli Bataona
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.