Rosan sebut DSI membangun verifikasi kuat aliran data ekspor

DSI tidak dibentuk untuk menambah lapisan birokrasi maupun mengambil alih kewenangan regulator.

Jakarta (ANTARA) - Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Roeslani menyampaikan keberadaan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) ditujukan untuk memperkuat tata kelola ekspor nasional melalui sistem verifikasi aliran data dan transaksi yang lebih terintegrasi, transparan, dan kredibel.

Rosan menekankan, DSI tidak dibentuk untuk menambah lapisan birokrasi maupun mengambil alih kewenangan regulator.

"DSI ini bukan tujuannya menambah lapisan birokrasi atau bukan pula menggantikan peran dari regulator. Ini harus kita garisbawahi, seluruh fungsi perizinan, pengaturan, dan pengawasan tetap berada pada kementerian atau lembaga yang berwenang," kata Rosan yang juga sebagai Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dalam Peluncuran Babak Baru Tata Kelola Ekspor SDA yang digelar di Jakarta, Senin.

Menurut dia, peran utama DSI adalah membangun satu titik verifikasi yang lebih kuat terhadap aliran data dan transaksi ekspor. Sistem tersebut akan mencakup verifikasi kuantitas, kualitas, klasifikasi barang, harga, penyelesaian pembayaran, hingga repatriasi devisa.

Bagi Danantara Indonesia, ujar Rosan, pengelolaan aset strategis tidak cukup hanya berorientasi pada peningkatan volume transaksi. Setiap aktivitas ekspor harus memiliki dasar yang wajar, dapat ditelusuri, serta memberikan manfaat maksimal bagi perekonomian nasional.

"Peran DSI adalah membangun satu titik verifikasi yang lebih kuat dan aliran data dan transaksi ekspor. Mencakup kualitas, kualitas, klasifikasi barang, harga, hingga penyelesaian pembayaran, dan juga repatriasi devisa," katanya pula.

Ia menambahkan, implementasi DSI akan dilakukan secara bertahap, terukur, dan disesuaikan dengan tingkat kesiapan seluruh pemangku kepentingan agar tidak mengganggu arus perdagangan maupun hubungan komersial yang telah berjalan.

Selain itu, DSI diharapkan mampu memberikan kepastian berusaha melalui proses yang profesional dan efisien bagi eksportir, pembeli, perbankan, serta instansi terkait lainnya.

Lebih lanjut, Rosan menyampaikan keberhasilan implementasi DSI tidak dapat dilakukan secara mandiri. Oleh karena itu, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh kementerian dan lembaga yang telah memberikan dukungan serta akses data, sehingga proses integrasi informasi dapat berjalan dengan baik.

Menurutnya, integrasi data tersebut akan menghasilkan proses pengambilan keputusan yang lebih akurat, transparan, dan mampu mendukung penyusunan kebijakan yang lebih efektif.

Baca juga: Ekonom: DSI berpotensi beri dampak penguatan nilai tukar rupiah

Baca juga: Rosan: DSI analisis 6.500 transaksi ekspor senilai 14 miliar dolar AS

Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.