RI Kantongi Komitmen Bisnis Rp88,1 Triliun dari China Lewat Skema TCTP
AKURAT.CO Kerja sama investasi Indonesia dan China melalui skema Two Countries Twin Parks (TCTP) kembali menghasilkan komitmen bisnis baru.
Dalam forum promosi investasi yang digelar di Xiamen, China, pada 9 September 2026, pelaku usaha kedua negara menandatangani sejumlah nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan indikasi nilai bisnis mencapai RMB19,4 miliar atau sekitar Rp51 triliun.
Angka tersebut menambah akumulasi komitmen bisnis dalam kerangka TCTP yang sebelumnya mencapai sekitar Rp37,1 triliun. Dengan tambahan terbaru, total komitmen kerja sama bisnis Indonesia-China melalui skema tersebut mencapai kurang lebih Rp88,1 triliun.
Baca Juga: Pentagon Akui AS Punya Senjata di Orbit, Militer Amerika Siap Hadapi Ancaman Rusia dan China
Namun, nilai tersebut masih merupakan komitmen bisnis yang perlu ditindaklanjuti menjadi proyek konkret. Pemerintah menempatkan tahap implementasi sebagai pekerjaan berikutnya setelah berbagai kesepakatan investasi diteken.
Hal tersebut disampaikan Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Ali Murtopo Simbolon saat mewakili Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam acara China–Indonesia “Two Countries Twin Parks” Investment Promotion Conference, bagian dari rangkaian China International Fair for Investment and Trade (CIFIT) 2026.
“Yang terpenting setelah penandatanganan adalah memastikan setiap komitmen dapat ditindaklanjuti menjadi proyek yang konkret. Pemerintah akan terus memfasilitasi komunikasi antara investor, pengelola kawasan, dan Kementerian/Lembaga terkait agar hambatan investasi dapat diselesaikan secara cepat dan terkoordinasi,” kata Ali dalam keterangan tertulis, Kamis (17/9/2026).
Forum tersebut mempertemukan pemerintah, pengelola kawasan industri, serta pelaku usaha Indonesia dan China. Sejumlah kawasan di Indonesia turut mempromosikan peluang investasinya kepada calon investor dari China, di antaranya KEK Industropolis Batang, KEK Tanjung Lesung, dan Bintan Industrial Estate.
Pertemuan itu juga dimanfaatkan untuk mempertemukan calon investor dan pelaku usaha melalui skema business matching. Dengan demikian, kerja sama TCTP tidak hanya diarahkan pada penandatanganan kesepakatan, tetapi juga pembentukan koneksi langsung antara investor China dengan kawasan industri dan mitra usaha di Indonesia.
Ali mengatakan kerja sama TCTP dirancang untuk memperkuat hubungan ekonomi kedua negara melalui investasi, konektivitas industri, rantai pasok, transfer teknologi, hingga penciptaan lapangan kerja.
“Kerja sama Two Countries Twin Parks merupakan salah satu platform strategis untuk membawa hubungan ekonomi Indonesia dan Tiongkok ke tahap yang lebih konkret. Kerja sama ini tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan investasi, tetapi juga untuk memperkuat konektivitas industri, rantai pasok, transfer teknologi, serta menciptakan nilai tambah dan lapangan kerja di Indonesia,” ujar Ali.