◐

Reda minta pelatnas atlet para lebih panjang dan berkelanjutan

Nagoya (ANTARA) - Chef de Mission (CdM) Indonesia Reda Manthovani meminta pemerintah memperpanjang masa pemusatan latihan nasional (pelatnas) atlet para menjadi minimal enam bulan untuk menjaga konsistensi prestasi setelah Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026.

"Untuk Asian Para Games ini aja, pemerintah melalui Kemenpora hanya memberikan jatah Pelatnas tiga bulan. Itu sebenarnya kurang cukup," kata Reda di Nagoya, Jepang, Jumat malam.

Reda menilai masa persiapan selama tiga bulan belum cukup untuk memastikan seluruh atlet mencapai kondisi fisik terbaik ketika menghadapi persaingan tingkat Asia.

Menurut dia, persoalan kondisi fisik menjadi salah satu faktor yang memengaruhi penampilan sejumlah atlet Indonesia yang belum berhasil meraih medali ataupun hanya mendapatkan perunggu di Nagoya.

Baca juga: Presiden dukung pelatnas multiyears untuk atlet Asian Para Games

Karena itu, ia mengharapkan Kementerian Pemuda dan Olahraga dapat memberikan waktu persiapan yang lebih panjang agar program latihan berjalan secara berkesinambungan.

"Makanya diperlukan ya paling minimal tuh enam bulan," ujarnya.

Reda mengatakan kesinambungan pelatnas makin penting karena Indonesia akan menghadapi dua ajang besar berikutnya, yakni ASEAN Para Games 2027 di Kuala Lumpur, Malaysia, dan Paralimpiade Los Angeles 2028 di Amerika Serikat.

Selain mempertahankan prestasi atlet berpengalaman, program jangka panjang tersebut diperlukan untuk mengembangkan kemampuan atlet-atlet muda yang mulai menunjukkan hasil menjanjikan.

Baca juga: CdM sebut para atlet sudah berjuang maksimal di Asian Games 2026

Ia mencontohkan keberhasilan sejumlah atlet muda yang meraih emas pada Asian Para Games 2026, termasuk I Kadek Dwi Purwana Yasa dari para atletik dan Abdil Majid Rahman dari para renang.

Menurut Reda, pembinaan berkelanjutan diperlukan agar perkembangan kemampuan atlet tidak terhenti setelah mengikuti satu kejuaraan.

Indonesia sendiri telah melampaui target medali Asian Para Games 2026 dengan mengoleksi 14 emas, 20 perak, dan 37 perunggu hingga Jumat malam.

Jumlah itu melampaui target awal kontingen yang berkekuatan 103 atlet, yakni tujuh emas, delapan perak, dan 17 perunggu.

Baca juga: Regenerasi dan pelatnas, transisi Indonesia untuk Paralimpiade

Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.