Realisasi serapan APBN Gorontalo hingga 26 Agustus capai 65,27 Persen - ANTARA News Gorontalo

Gorontalo (ANTARA) - Realisasi belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di Provinsi Gorontalo hingga 26 Agustus 2026 mencapai Rp6,3 triliun atau 65,27 persen dari total pagu sebesar Rp9,6 triliun.

Capaian tersebut terungkap dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi (Rakorev) Triwulan II 2026 yang dipimpin Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail di Ruang Dulohupa Kantor Gubernur Gorontalo di Gorontalo, Kamis.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Gorontalo Arie Suwandani Wiwit Warastuti mengatakan realisasi belanja APBN tersebut menunjukkan adanya percepatan penyerapan anggaran.

"Triwulan III belum selesai atau masih satu bulan lagi, tapi kita sudah mencapai 65 persen," kata Arie.

Sebelumnya, realisasi belanja APBN hingga 30 Juni 2026 atau akhir Triwulan II tercatat sebesar Rp4,9 triliun atau 51,05 persen dari total pagu.

Arie menilai capaian tersebut cukup baik dan menunjukkan pelaksanaan belanja negara di Gorontalo berada pada jalur yang sesuai dengan target.

Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail mengatakan APBN memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian daerah karena penyerapan anggaran pemerintah pusat turut mendorong aktivitas ekonomi di daerah.

Menurut dia, APBN tidak hanya berfungsi sebagai instrumen pembiayaan pembangunan, tetapi juga sebagai akselerator pertumbuhan ekonomi dan bantalan ketika terjadi perlambatan ekonomi.

"Oleh karena itu kita melakukan evaluasi terhadap program-program nasional yang ada di seluruh wilayah Provinsi Gorontalo, baik yang menjadi atensi Bapak Presiden Prabowo Subianto maupun yang berada di kantor wilayah dan satuan kerja instansi pusat yang ada di daerah," ujar dia.

Ia mengatakan optimalisasi penyerapan APBN diperlukan untuk mendukung pelaksanaan berbagai program pembangunan sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi Gorontalo.

"Dana APBN ini sangat kita butuhkan untuk mendorong kemajuan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi Gorontalo," kata Gusnar.

Rakorev tersebut difokuskan pada evaluasi pelaksanaan program prioritas nasional di Gorontalo dan dihadiri Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie, Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, kepala kantor wilayah dan satuan kerja instansi pusat di daerah, pemerintah kabupaten/kota, serta pimpinan organisasi perangkat daerah lingkup Pemerintah Provinsi Gorontalo.

Pewarta: Faradila Alim
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.