◐

Raih 5 Emas, Indonesia Lampaui Target di Asian Games 2026, Erick Thohir: jadi Modal ke Olimpiade 2028

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:56 WIB

VIVA – Kontingen Indonesia menutup perjuangan di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dengan hasil yang melampaui target. Tim Merah Putih membawa pulang lima medali emas, atau satu emas lebih banyak dari target yang ditetapkan sebelum berangkat ke Jepang.

Baca Juga

Secara keseluruhan, Indonesia mengoleksi 39 medali, dengan rincian lima emas, 11 perak, dan 23 perunggu. Capaian tersebut menjadi modal penting bagi pemerintah untuk mengevaluasi sekaligus menentukan arah pembinaan olahraga nasional dalam beberapa tahun ke depan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menariknya, seluruh emas Indonesia di Aichi-Nagoya berasal dari cabang olahraga yang masuk dalam daftar 21 cabor unggulan. Lima emas tersebut datang dari bulu tangkis, angkat besi, panjat tebing, dan panahan.

Baca Juga

Dua emas disumbangkan bulu tangkis melalui nomor beregu putra serta pasangan ganda putra Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin. Sementara emas lainnya diraih Rahmat Erwin Abdullah dari angkat besi, Desak Made Rita Kusuma Dewi dari panjat tebing, dan Nurisa Dian Ashrifah dari panahan.

Prestasi Nurisa bahkan mencatat sejarah. Emas yang diraihnya menjadi medali emas pertama Indonesia dari cabang panahan sepanjang keikutsertaan di Asian Games.

Baca Juga

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menilai keberhasilan tersebut tidak lepas dari kerja bersama atlet, pelatih, ofisial, federasi, Komite Olimpiade Indonesia (KOI), hingga Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia.

"Lima emas ini bukan hasil kerja satu pihak, tetapi hasil dari ekosistem olahraga yang bekerja bersama," kata Erick dalam keterangan resminya yang dikutip, Senin (5/10/26).

Erick menilai keberhasilan melewati target empat emas menjadi bukti bahwa penentuan sasaran prestasi harus berdasarkan pemetaan yang jelas, bukan sekadar angka yang ditetapkan tanpa perhitungan.

Menurutnya, pemerintah perlu mengetahui cabang olahraga yang memiliki peluang, atlet yang berpotensi, hingga kesiapan mereka sebelum menentukan target pada ajang internasional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Target bukan angka yang dibuat di atas kertas, tetapi angka yang punya dasar dan bisa dipertanggungjawabkan," ujarnya.

Pendekatan tersebut juga menjadi alasan pemerintah ingin lebih selektif dalam menentukan cabang olahraga dan atlet yang mendapatkan dukungan. Evaluasi tidak hanya melihat jumlah peserta, tetapi juga peluang nyata untuk meraih prestasi.

Halaman Selanjutnya

Hasil di Aichi-Nagoya sekaligus memberikan gambaran bahwa strategi tersebut mulai menunjukkan hasil. Empat cabor yang menyumbangkan emas merupakan cabang yang juga dipertandingkan di Olimpiade.