Cucu Rasulullah tak Pernah Menolak Saat Dimintai Tolong Meski Dirinya Sedang Susah, Ini Alasannya |Republika Online
REPUBLIKA.CO.ID, Cucu Rasulullah SAW, Al-Hasan bin Ali bin Abi Thalib, dikenal tidak pernah menolak orang yang datang meminta pertolongan, bahkan ketika dirinya sedang dalam kesulitan. Ketika ditanya mengenai sikapnya tersebut, Sayyidina Hasan menjelaskan bahwa ia malu meminta pertolongan kepada Allah SWT tetapi pada saat yang sama menolak orang yang membutuhkan pertolongannya.
H.M.H Al-Hamid Al-Husaini dalam buku Rumah Tangga Nabi Muhammad SAW mengisahkan, suatu ketika Hasan ditanya oleh seorang sahabat yang menganggapnya terlalu berlebih-lebihan memberi pertolongan kepada orang lain.
Sahabat Sayyidina Hasan bertanya, “Mengapa anda tidak pernah mau menolak orang yang datang minta pertolongan, meski anda sendiri kadang-kadang dalam keadaan susah?”
Hasan menjawab, “Saya selalu minta dan mengharap pertolongan Allah. Saya malu jika saya sendiri minta pertolongan, tetapi bersamaan dengan itu saya menolak orang yang minta tolong."
"Allah SWT membiasakan diriku hidup dengan suatu kebiasaan baik. Allah senantiasa melimpahkan nikmat-Nya kepadaku, dan saya sudah terbiasa meratakan nikmat yang saya terima itu dengan orang lain," kata dia.
"Saya takut, kalau saya memutuskan kebiasaan yang baik itu, Allah tidak lagi akan membiasakan diriku menerima pertolongan-Nya,” ujar dia.
Al Hasan nama lengkapnya adalah Al-Hasan bin Ali bin Abi Thalib bin Abdul Muththalib bin Hasyim bin Abdi Manaf Al-Qurasyiy Al-Hasyimiy. Hasan salah seorang cucu Rasulullah SAW, putra sulung Fathimah Az-Zahra binti Muhammad Rasulullah SAW.
Sebagaimana dinyatakan oleh kakeknya, yakni Nabi Muhammad SAW, Al-Hasan bersama Al-Husain Radhiyallahu anhuma adalah dua orang pemuda penghuni surga, jantung hati beliau dan dua orang cucu yang sangat mirip dengan beliau.
Nama Hasan diberikan oleh Rasulullah SAW sendiri pada hari ketujuh setelah lahir. Pada hari itu, Rasulullah SAW menyembelih kambing (aqiqah), memotong sebagian rambut cucunya lalu menyuruh ayah dan bundanya (Imam Ali dan Fatimah Radhiyallahu 'anhuma) bersedekah.
Sayyidina Hasan termasuk ahlul kisa bersama Al-Husain dan ayah-bundanya. Ia lahir di Madinah pada pertengahan bulan Ramadhan tahun ketiga Hijriyah. Ahlul kisa adalah keluarga Rasulullah SAW, di antaranya Imam Ali, Fathimah, Al Hasan dan Al Husain Radhiyallahu anhuma.