Purbaya Bongkar Utang Pajak Bisnis Baja-Bahan Bangunan China Rp10 T

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan masih terus terjadinya kebocoran penerimaan perpajakan, akibat tindakan pengemplang pajak di sejumlah sektor bisnis asing di Indonesia, seperti perusahaan baja hingga bahan bangunan.

Dari hasil penelusuran tim Kementerian Keuangan, Purbaya mengatakan, total potensi pajak yang bocor dari dua sektor bisnis itu bisa mencapai Rp 10 triliun lebih.

"Dari sektor industri baja yang tidak beroperasi sesuai aturan seperti beberapa dari perusahaan China potensinya bisa lebih dari Rp5 triliun. Dari sektor bahan bangunan yang pola kerjanya sama, potensinya juga lebih dari Rp5 triliun," kata Purbaya di kantornya, Jakarta, Jumat (28/8/2026).

Purbaya memastikan, temuan masalah yang sudah teridentifikasi sejak awal tahun itu akan dibereskan secara tuntas pada 2027. Sebab, ia mengaku masalah ini sudah mengganggu iklim industri di tanah air, karena produk dari dalam negeri tidak mampu bersaing.

"Tahun depan masalah ini akan kita selesaikan agar penerimaan negara lebih baik dan perusahaan nasional bisa lebih kompetitif. Perusahaan baja nasional kan saat ini tidak bisa bersaing karena tertekan," ujar Purbaya.

Menurut Purbaya, kendala penanganan masalah kepatuhan pajak penghasilan (PPh), pajak pertambahan nilai (PPN), hingga bea masuk sektor bisnis dari China itu belum mampu tertangani tuntas pada tahun ini karena lambatnya penanganan di direktorat terkait.

"Kendalanya penanganan di internal Pajak masih lambat. Laporan resminya belum ada, tetapi secara gambaran kita tahu siapa saja yang bermain," ucap Purbaya.

Purbaya menganggap, modus utama pengemplang pajak di dua sektor itu terkait erat dengan praktik impor bodong yang bisa dengan bebas diperdagangkan di dalam negeri.

"banyak juga praktik impor bodong untuk barang-barang yang kemudian dijual di tempat umum. Jumlah barangnya sangat banyak-kalau saya sebutkan satu per satu nanti jadi rumit. Selama ini penanganannya belum terlalu serius, dan saya akan membereskan hal tersebut," tegasnya.

(arj/arj) [Gambas:Video CNBC]