12 desa di Bangka Tengah lolos program Desa Devisa - ANTARA News Bangka Belitung
Koba, Babel (ANTARA) - Sebanyak 12 desa di Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, lolos seleksi program Desa Devisa untuk membuka akses pasar internasional.
Kepala Bappelitbangda Bangka Tengah Ikmanto di Koba, Bangka Belitung (Babel), Jumat, mengatakan program tersebut menjadi peluang bagi desa untuk mengembangkan komoditas unggulan agar mampu menembus pasar luar negeri.
“Untuk Kabupaten Bangka Tengah ada 12 desa yang lolos seleksi sebagai Desa Devisa," kata Ikmanto.
Ia menjelaskan penetapan 12 desa tersebut dilakukan melalui proses seleksi dan penilaian pihak terkait di tingkat pusat.
“Mereka yang menilai langsung, melihat apakah desa dan produknya layak atau tidak. Jadi bukan kami yang menentukan,” ujar dia.
Menurut Ikmanto, Bangka Tengah memiliki sejumlah komoditas dan kerajinan yang berpotensi dikembangkan untuk menjangkau pasar lebih luas. Komoditas tersebut meliputi lada, olahan ikan, getas, kemplang, terasi, jahe, serta kerajinan tangan berbahan nipah.
Ia mengatakan pemerintah daerah akan terus membuka peluang pemasaran dan memberikan fasilitasi kepada pelaku usaha untuk mengembangkan produk unggulan desa.
Ikmanto juga meminta para pengrajin menjaga kualitas, meningkatkan kemampuan, dan terus melakukan inovasi agar mampu memenuhi kebutuhan pasar.
“Dengan dukungan pemerintah, masyarakat dan berbagai pihak, kesempatan ini harus dimanfaatkan secara optimal,” katanya.
Ia mencontohkan kerajinan berbahan nipah dari Desa Pangkal Raya yang memiliki peluang dikembangkan menjadi salah satu produk unggulan Bangka Tengah.
Menurut dia, pengembangan kerajinan tersebut diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus memperluas pengenalan produk lokal.
Ikmanto berharap produk unggulan dari desa-desa tersebut tidak hanya dikenal di daerah dan luar daerah, tetapi mampu menembus pasar mancanegara.
Pewarta: Ahmadi
Uploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.