PSEL TPA Galuga Bogor bakal gunakan teknologi insinerator dari China - ANTARA News Jawa Barat
Kabupaten Bogor (ANTARA) - Fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Galuga di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, bakal menggunakan teknologi insinerator dari China untuk mengolah sampah menjadi energi listrik.
Senior Vice President Stakeholder Relation Danantara Dede Firmansyah di Sentul, Rabu, mengatakan seluruh mesin akan disediakan oleh pihak engineering, procurement, and construction (EPC), termasuk insinerator yang berasal dari China.
"Mesin semua sudah disediakan oleh pihak EPC. Insinerator itu dari negara Tiongkok," kata Dede.
Menurut dia, teknologi insinerator bukan teknologi baru karena telah banyak digunakan untuk pengolahan sampah di sejumlah negara, termasuk China dan negara-negara Eropa.
Ia menyebut salah satu aspek yang menjadi perhatian dalam penggunaan teknologi tersebut yaitu pengendalian emisi dengan standar tinggi.
"Salah satu kelebihannya adalah buangan dari emisinya itu memang sangat dijaga dengan standar yang sangat tinggi, standar Eropa," ujarnya.
PSEL Galuga akan difokuskan untuk mengolah sampah baru atau fresh waste yang setiap hari dihasilkan Kabupaten Bogor dan Kota Bogor.
Kedua pemerintah daerah tersebut harus menyediakan pasokan sampah sekitar 2.000 ton per hari untuk memenuhi kebutuhan pengoperasian fasilitas PSEL.
Bupati Bogor Rudy Susmanto menyebut produksi sampah Kabupaten Bogor mencapai sekitar 3.000 ton per hari, sedangkan Kota Bogor menghasilkan sekitar 700-1.000 ton per hari.
Menurut Rudy, jumlah tersebut membuat pasokan sampah untuk PSEL mencukupi, bahkan belum termasuk timbunan sampah lama di TPA Galuga.
"Jadi untuk kondisi hari ini, sampah surplus. Bahkan dengan kondisi terbakar kemarin pun, jumlah timbunan sampah masih sangat banyak," kata Rudy.
Pemkab Bogor telah menyediakan lahan awal seluas 10 hektare untuk pembangunan PSEL Galuga. Lahan yang tersedia masih dapat dikembangkan hingga sekitar 24 hektare apabila dibutuhkan penambahan kapasitas.
Proyek dengan investasi awal senilai 160 juta dolar AS tersebut akan memasuki tahap konstruksi setelah peletakan batu pertama atau groundbreaking pada Kamis (17/9).
PSEL Galuga ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal II hingga kuartal III 2028. Listrik yang dihasilkan dari fasilitas tersebut nantinya diserap oleh PLN sebagai offtaker, dengan kapasitas pembangkitan berkisar 20-30 megawatt bergantung pada kuantitas dan kualitas sampah.
Selain itu, pengelola juga menyiapkan lahan untuk menangani residu hasil pengolahan berupa fly ash dan bottom ash (FABA).
Sementara sampah lama yang telah tertimbun selama puluhan tahun di Galuga tidak menjadi fokus pengolahan PSEL. Timbunan tersebut direncanakan ditangani menggunakan teknologi pirolisis untuk diolah menjadi bahan bakar cair.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: PSEL Galuga bakal gunakan teknologi insinerator dari China
Pewarta: M Fikri Setiawan
Editor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.