Kopaska-Dislambair temukan bukti karam KM Virgo untuk investigasi KNKT

Banjarmasin (ANTARA) - Komando Pasukan Katak (Kopaska) dan Dinas Penyelaman Bawah Air (Dislambair) TNI Angkatan Laut menemukan bukti di lokasi tenggelam Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 di Laut Jawa, untuk mendukung investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Komandan Pangkalan TNI AL (Lanal) Banjarmasin Kolonel Laut (P) Galih Nurna Putra mengatakan penemuan beberapa barang bukti dilakukan tim penyelam pada operasi pencarian hari keempat kecelakaan KM Virgo Transport 8 di perairan Masalembo, Laut Jawa, Rabu (16/9), saat tim melakukan penyelaman di sekitar badan kapal yang tenggelam.

“Temuan tersebut akan menjadi bahan bagi KNKT dalam proses investigasi untuk mengetahui kondisi kapal setelah mengalami kecelakaan dan tenggelam di perairan Masalembo,” ujarnya.

Tim penyelam selanjutnya mendokumentasikan dan mengamankan bukti yang ditemukan sesuai prosedur, sedangkan tim SAR gabungan melanjutkan pencarian korban dengan memperluas penyisiran di sekitar lokasi tenggelam kapal.

Baca juga: Kemenhub bakal selidiki KM Virgo diduga tak laik impor usia 39 tahun

KMP Virgo Transport 8 mengangkut 243 orang ketika berlayar dari Surabaya, Jawa Timur, menuju Banjarmasin sejak 12 September 2026.

Kapal tersebut dilaporkan mengalami cuaca buruk dan hilang kontak sebelum ditemukan dalam kondisi terbalik di perairan Masalembo, Laut Jawa, pada 13 September 2026 pukul 02.00 Wita.

Hingga Rabu, pukul 22.00 Wita, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengonfirmasi sebanyak 114 korban telah ditemukan, terdiri atas 108 orang selamat dan enam orang meninggal dunia.

Dari jumlah tersebut, masih terdapat 129 orang yang belum ditemukan dari total 243 orang dalam manifes KM Virgo Transport 8.

Baca juga: Lanal Banjarmasin pasang rambu suar tandai lokasi tenggelam KM Virgo

Baca juga: RS Bhayangkara serahkan seluruh korban Kapal Virgo ke keluarga

Pewarta: Tumpal Andani Aritonang
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.