◐

Program EGG diproyeksi efisienkan anggaran MBG Jawa Barat Rp4,2 T per tahun - ANTARA News Megapolitan

Bandung (ANTARA) - OJK Jawa Barat mengungkapkan program Endog Jabar Go Global (EGG) yang menghubungkan peternak ayam petelur dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diproyeksikan mampu mengefisienkan anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jawa Barat sebesar Rp4,23 triliun per tahun.

Kepala OJK Provinsi Jawa Barat Darwisman menjelaskan dengan integrasi ini, bisa memperkuat kepastian pasar dan mendukung penyediaan telur bagi Program MBG di Jawa Barat dengan efisien karena bisa menekan harga di bawah pasar sampai 15 persen.

"Kemitraan tersebut diproyeksikan menghasilkan efisiensi anggaran sekitar Rp4,23 triliun per tahun melalui penyediaan telur dengan harga sekitar 10 sampai 15 persen lebih rendah dibandingkan harga pasar," kata Darwisman dalam keterangan di Bandung, Senin.

Integrasi dengan MBG itu, kata Darwisman, merupakan salah satu tujuan dari Program EGG yang juga menitikberatkan penguatan ekonomi daerah lewat akses pembiayaan, memperkuat rantai nilai usaha, dan membuka akses pasar bagi peternak ayam petelur di Jawa Barat.

Program ini membangun ekosistem kemitraan terpadu dari hulu hingga hilir yang menghubungkan peternak dengan pembiayaan, produksi dengan pasar, serta pelaku usaha dengan offtaker, dan menjadi pengembangan lanjutan Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) di Jawa Barat yang sebelumnya mengembangkan komoditas domba dan sapi perah pada 2024 dan 2025.

Program EGG melibatkan 4.565 pelaku usaha ternak ayam petelur, baik perorangan maupun perseroan, terutama di 21 sentra peternakan ayam petelur di Jawa Barat, yang diproyeksikan membuka akses pembiayaan perbankan sekitar Rp456,5 miliar untuk mendukung pengembangan usaha dan peningkatan pendapatan peternak.

"Pendekatan closed loop jadi bagian penting. Program EGG kami arahkan untuk memastikan akses keuangan berjalan beriringan dengan kepastian pasar, pendampingan, dan penguatan rantai nilai. Dengan demikian, produktivitas dan skala usaha peternak dapat terus berkembang,” ujar Darwisman.

Program yang digarap bersama Pemprov Jabar ini, pada sisi hilir, juga membuka peluang perluasan pasar bagi pelaku usaha ayam petelur, baik ke luar Jawa Barat maupun pasar ekspor.

Berdasarkan data semester I 2026, nilai ekspor fertilized eggs for incubation of fowl atau telur tetas Jawa Barat mencapai 550,23 ribu dolar AS, meningkat 513 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025, dengan negara tujuan antara lain Myanmar, Brunei Darussalam, dan Malaysia.

Pengembangan hilirisasi juga diarahkan pada pengolahan telur menjadi produk bernilai tambah, seperti tepung telur, produk sarapan Breggfast, pupuk berbahan cangkang telur, serta nutrisi hewan peliharaan.

"Diversifikasi produk tersebut dapat memperluas pasar sekaligus mengurangi potensi kerugian peternak akibat masa simpan telur ayam yang relatif singkat," ucapnya.

Kolaborasi OJK dan Pemprov Jabar dalam Program EGG, kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae, adalah sesuatu yang amat penting, karena kerja sama berbagai pihak krusial dalam mengembangkan potensi ekonomi daerah.

"Pembangunan ekonomi daerah membutuhkan sinergi antara pemerintah, industri jasa keuangan, dunia usaha, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya. Melalui kolaborasi yang kuat, potensi komoditas unggulan Jawa Barat dapat terus dikembangkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah," ujar Dian.

Pewarta: Ricky Prayoga
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.