◐

Disperdagin Cirebon catat retribusi pasar sumbang PAD Rp2,5 miliar - ANTARA News Jawa Barat

Cirebon (ANTARA) - Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mencatat retribusi sembilan pasar milik pemerintah daerah telah menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp2,5 miliar hingga September 2026.

Kepala Bidang Sarana dan Pelaku Distribusi Disperdagin Kabupaten Cirebon Teguh Mulyono mengatakan capaian tersebut telah mencapai sekitar 78,5 persen, dari target retribusi pasar Rp3,2 miliar yang ditetapkan untuk tahun ini.

"Kalau melihat capaian sampai sekarang, kami masih optimistis target yang sudah ditetapkan bisa terpenuhi sampai akhir tahun," kata Teguh di Cirebon, Senin.

Ia menjelaskan pemungutan retribusi dilakukan setiap hari kepada pedagang di pasar, yang dikelola Pemerintah Kabupaten Cirebon dengan tarif disesuaikan berdasarkan tipe pasar dan jenis tempat berjualan.

Menurut dia, perbedaan karakteristik dan jumlah pedagang membuat besaran penerimaan pada setiap pasar tidak sama.

"Memang penerimaannya berbeda-beda karena kondisi dan jumlah pedagang di masing-masing pasar juga tidak sama," ujarnya.

Ia menuturkan untuk pasar tipe satu yang memiliki lebih dari 500 pedagang, tarif retribusi kios sebesar Rp5.500 per hari, lemprakan Rp2.500, dan pedagang tidak tetap Rp2.000.

“Sementara pasar tipe dua dengan jumlah pedagang kurang dari 500 orang menetapkan tarif kios Rp5.000 per hari, lemprakan Rp2.500, dan pedagang tidak tetap Rp2.000,” katanya.

Teguh mengatakan aktivitas pedagang tetap menjadi faktor penting, dalam menjaga penerimaan retribusi karena pemungutan dilakukan berdasarkan aktivitas berjualan di pasar.

"Kalau pedagangnya tetap aktif berjualan, penerimaan juga berjalan. Ada memang yang sesekali tutup, tetapi sejauh ini tidak terlalu berpengaruh terhadap capaian," katanya.

Ia menyampaikan Pasar Pasalaran menjadi penyumbang retribusi terbesar dengan realisasi mencapai Rp699,5 juta hingga September 2026, sedangkan penerimaan terendah berasal dari Pasar Kue Weru yang mencapai lebih dari Rp78 juta.

"Pasar Pasalaran memang menjadi yang paling besar kontribusinya dibandingkan pasar lainnya," ujarnya.

Secara keseluruhan, kata dia, penerimaan retribusi dari sembilan pasar tersebut rata-rata mencapai sekitar Rp9,5 juta per hari.

"Kami akan tetap menjaga pemungutan berjalan dengan baik sampai akhir tahun agar target penerimaan bisa tercapai," ucap dia.

Pewarta: Fathnur Rohman
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.