Profil Iwan Setiawan, Pelatih Sepak Bola Senior Indonesia yang Baru Saja Meninggal Dunia
Sebelum menjadi pelatih, Iwan terlebih dahulu menjalani karier sebagai pesepak bola profesional. Ia kemudian memperdalam ilmu kepelatihan dengan mengejar berbagai lisensi, sebelum akhirnya menangani klub-klub seperti Persija Jakarta, Persikabo, PSMS Medan, Persebaya Surabaya, Persela, hingga Borneo FC.
Siapa Iwan Setiawan?
Iwan Setiawan merupakan mantan pemain dan pelatih sepak bola Indonesia yang lahir di Medan pada 5 Juli 1968. Ia memulai karier profesionalnya sebagai pemain pada usia 19 tahun bersama Pelita Jaya pada 1987.
Setelah beberapa tahun berkarier sebagai pemain, Iwan memperkuat Arseto Solo dan Persija Jakarta. Ia juga pernah menjadi bagian dari Timnas Indonesia pada sejumlah kelompok umur, mulai dari U-16, U-19, U-23 hingga tim senior.
Pengalaman panjang sebagai pemain kemudian menjadi bekal bagi Iwan ketika memasuki dunia kepelatihan. Ia tidak berhenti belajar setelah pensiun, tetapi justru mengejar berbagai pendidikan dan lisensi kepelatihan.
Berdasarkan tanggal lahir yang tercantum dalam riwayat tersebut, Iwan berusia 58 tahun ketika meninggal pada 3 September 2026. Angka 68 tahun yang muncul dalam sebagian narasi tidak sesuai dengan perhitungan berdasarkan tanggal lahir 5 Juli 1968.
Profil singkat Iwan Setiawan
Nama: Iwan Setiawan
Tempat lahir: Medan, Sumatra Utara
Tanggal lahir: 5 Juli 1968
Profesi: Mantan pemain dan pelatih sepak bola
Karier pemain: Pelita Jaya, Arseto Solo, Persija Jakarta
Timnas: U-16, U-19, U-23, dan senior
Lisensi: C dan B AFC, A AFC, serta sertifikat KNVB
Istri: Dewi Anggraeni
Wafat: 3 September 2026
Bagaimana Karier Iwan Setiawan sebagai Pemain?
Sebelum berdiri di pinggir lapangan sebagai pelatih, Iwan Setiawan lebih dahulu merasakan kerasnya kompetisi sebagai pemain.
Karier profesionalnya dimulai bersama Pelita Jaya pada 1987. Saat itu usianya baru 19 tahun. Ia bertahan di klub tersebut hingga 1992 sebelum melanjutkan perjalanan ke Arseto Solo pada 1994.
Setahun kemudian, Iwan memperkuat Persija Jakarta. Selain pengalaman di level klub, ia juga mendapatkan kesempatan membela Timnas Indonesia di berbagai kelompok usia hingga masuk ke tim senior.
Fase tersebut menjadi fondasi penting dalam kariernya. Pengalaman berada di ruang ganti, menghadapi pertandingan, memahami karakter pemain, serta merasakan tekanan kompetisi menjadi modal yang kemudian dibawanya ketika beralih profesi.
Perjalanan Iwan menunjukkan bahwa karier kepelatihannya tidak dibangun dari luar lapangan. Ia terlebih dahulu menjadi bagian dari ekosistem sepak bola sebagai pemain sebelum mengambil peran sebagai orang yang menentukan strategi dari sisi lapangan.
Baca Juga: Eks Pelatih Panjat Tebing Tersangka Kekerasan Seksual, Erick Thohir: Negara Hadir Lindungi Atlet!
Baca Juga: Kembali ke Barcelona, Sergio Busquets Kini Asisten Pelatih Tim Cadangan
Kapan Iwan Setiawan Mulai Menjadi Pelatih?
Setelah memutuskan pensiun sebagai pemain, Iwan mulai serius menekuni dunia kepelatihan.
Ia mendapatkan lisensi C dan B AFC pada 1997. Beberapa tahun kemudian, tepatnya pada 2002, Iwan mengantongi Lisensi A AFC.
Ia juga memperoleh Certificaat Koninklijke Nederlandse Voetbalbond Academie dari KNVB atau Asosiasi Sepak Bola Kerajaan Belanda.
Pendidikan tersebut menunjukkan bahwa Iwan tidak hanya mengandalkan pengalamannya sebagai mantan pemain. Ia berusaha memperkuat kemampuan teknis melalui pendidikan kepelatihan yang menjadi bagian penting dalam perjalanan menuju level profesional.
Karier kepelatihannya kemudian dimulai dari Persija Junior pada 1997.
Dari sana, ia mulai menangani sejumlah klub dan tim nasional kelompok umur. Perjalanan tersebut berlangsung selama bertahun-tahun dan membuat namanya dikenal sebagai salah satu pelatih senior yang cukup lama berkecimpung di sepak bola Indonesia.
Klub Apa Saja yang Pernah Dilatih Iwan Setiawan?
Sepanjang kariernya, Iwan Setiawan tercatat pernah menangani sejumlah klub Indonesia.
Beberapa di antaranya adalah:
Iwan juga pernah mendapatkan peran sebagai penasihat teknis PSBL dan menangani Timnas junior Indonesia.
Kariernya bersama berbagai klub memperlihatkan satu pola yang menarik. Iwan tidak terpaku pada satu klub dalam waktu panjang, melainkan berpindah dari satu proyek ke proyek lainnya.
Kondisi tersebut membuat pengalamannya semakin beragam. Ia menghadapi karakter pemain, manajemen, suporter, dan target kompetisi yang berbeda-beda.
Apa Prestasi Iwan Setiawan sebagai Pelatih?
Salah satu pencapaian penting Iwan terjadi ketika ia menangani Timnas Indonesia kelompok umur.
Pada 2004, Iwan berhasil membawa Timnas Indonesia U-14 menjuarai Piala Asia Pasifik. Prestasi tersebut menjadi salah satu catatan penting dalam perjalanan kepelatihannya karena diraih ketika menangani pemain usia muda.
Di level klub, salah satu periode penting terjadi bersama Pusamania Borneo FC.
Iwan disebut pernah membawa Borneo FC menjuarai Divisi Utama pada 2014. Ia juga memiliki catatan keberhasilan bersama klub tersebut di Piala Gubernur Kaltim 2016.
Pengalamannya bersama Borneo kemudian berlanjut lagi pada 2017 ketika ia kembali ditunjuk menangani klub tersebut.
Beberapa pencapaian penting Iwan Setiawan
Membawa Timnas Indonesia U-14 menjuarai Piala Asia Pasifik pada 2004.
Mengantar Pusamania Borneo FC menjuarai Divisi Utama pada 2014.
Meraih Piala Gubernur Kaltim 2016 bersama Borneo FC.
Memiliki pengalaman panjang menangani klub-klub Indonesia dan tim nasional kelompok umur.
Catatan tersebut menunjukkan bahwa kontribusi Iwan tidak hanya berada di kompetisi senior. Ia juga pernah dipercaya mengembangkan tim nasional pada level usia muda.
Mengapa Iwan Setiawan Dikenal sebagai Pelatih Kontroversial?
Ada alasan mengapa nama Iwan Setiawan sering menjadi perbincangan bahkan sebelum pertandingan berlangsung.
Ia dikenal sebagai pelatih yang tidak ragu melontarkan psywar. Pernyataannya di ruang publik terkadang memancing respons dari pelatih, pemain, maupun pendukung tim lawan.
Karakter tersebut kemudian membuatnya mendapat julukan Jose Mourinho-nya Indonesia. Julukan itu merujuk pada citra Iwan yang berani berkomentar, tegas, dan tidak selalu mengambil pendekatan komunikasi yang aman di hadapan publik.
Namun, kontroversi bukan satu-satunya sisi dari kepribadian Iwan.
Rekan-rekan yang mengenalnya juga menggambarkan dirinya sebagai sosok yang hangat, mudah berbicara, dan memiliki kedekatan dengan orang-orang di sekitarnya. Dengan kata lain, citra keras Iwan di pinggir lapangan tidak otomatis menggambarkan keseluruhan pribadinya.
Kontroversi Iwan Setiawan dan Bonek
Salah satu kontroversi paling dikenal terjadi ketika Iwan menangani Persebaya Surabaya pada awal musim 2017 di kompetisi Liga 2.
Saat itu, sejumlah suporter Persebaya atau Bonek menyuarakan ketidakpuasan terhadap hasil yang diperoleh tim. Desakan agar Iwan meninggalkan jabatan pelatih kemudian muncul dengan seruan agar dirinya mundur.
Dalam situasi tersebut, Iwan terpancing emosi dan menunjukkan gestur jari tengah kepada suporter.
Tindakan tersebut kemudian memicu permintaan maaf dari Iwan kepada Bonek. Manajemen klub juga memberikan hukuman berupa larangan mendampingi tim dalam satu pertandingan serta denda.
Tidak lama kemudian, Iwan resmi meninggalkan jabatan sebagai pelatih Persebaya.
Peristiwa itu menjadi salah satu contoh bagaimana karakter Iwan yang spontan dan tegas bisa menjadi kekuatan sekaligus risiko.
Di satu sisi, keberanian tersebut membuatnya memiliki identitas kuat. Namun di sisi lain, respons emosional di tengah tekanan pertandingan dapat memperbesar konflik dengan suporter.
Ketegasan Menjadi Identitas Iwan Setiawan
Jika perjalanan Iwan dilihat secara utuh, kontroversi yang pernah mengikutinya sebenarnya hanya salah satu bagian dari karakter kepelatihannya.
Penggiat komunitas sepak bola nasional, Eddy Syah, mengenal Iwan sejak masih menjadi pemain junior pada era 1980-an. Ia menggambarkan Iwan sebagai sosok yang cerdas dan tegas.
Menurut Eddy, karakter lugas dan disiplin tersebut terus terbawa ketika Iwan menjadi pelatih. Ia dikenal tidak memberikan toleransi besar terhadap pemain yang dianggap malas atau tidak menjalankan tanggung jawabnya.
Hal ini memberikan gambaran berbeda mengenai Iwan. Psywar dan kontroversi memang membuatnya populer, tetapi fondasi kepelatihannya juga dibangun dari disiplin dan tuntutan terhadap pemain.
Dalam sepak bola profesional, karakter seperti itu memiliki dua sisi. Pelatih yang sangat tegas dapat membantu membangun standar kerja tim, tetapi gaya komunikasi yang terlalu keras juga berpotensi menimbulkan gesekan.
Pada Iwan, kedua sisi tersebut berjalan bersamaan dan menjadi bagian dari identitasnya.
Perjalanan Iwan Bersama Borneo FC
Borneo FC menjadi salah satu klub yang memiliki hubungan cukup panjang dengan Iwan Setiawan.
Sebelum kembali ditunjuk pada Agustus 2017, Iwan sudah pernah menangani klub tersebut. Ia memiliki catatan membawa Borneo menjuarai Divisi Utama 2014 serta memenangkan Piala Gubernur Kaltim pada 2016.
Ketika kembali dipercaya menangani Borneo pada 2017, ia dikontrak hingga akhir musim Liga 1.
Hubungan tersebut memperlihatkan bahwa di tengah berbagai kontroversi yang pernah terjadi, kemampuan Iwan tetap mendapatkan kepercayaan dari klub profesional.
Ini menjadi salah satu aspek penting dalam membaca kariernya. Popularitas Iwan tidak hanya berasal dari pernyataan kontroversial, tetapi juga dari rekam jejak yang membuatnya kembali dipercaya menangani klub.
Seperti Apa Sosok Iwan Setiawan di Mata Rekan-Rekannya?
Di balik karakter keras ketika berada di lapangan, Iwan dikenal memiliki sisi personal yang lebih hangat.
Eddy Syah menggambarkan Iwan sebagai orang yang ceplas-ceplos ketika berbicara. Di antara rekan-rekannya, karakter tersebut justru menjadi bagian dari daya tarik pribadi Iwan.
Perbedaan antara sosok Iwan di depan publik dan kehidupan pertemanannya menjadi salah satu bagian menarik dari profilnya.
Publik lebih sering melihat pelatih yang berani melakukan psywar dan merespons kritik secara spontan. Sementara itu, orang yang lebih dekat dengannya melihat sosok yang disiplin, bersahabat, dan memiliki karakter kuat.
Kontras tersebut membuat perjalanan Iwan lebih kompleks daripada sekadar label sebagai pelatih kontroversial.
Bagaimana Kabar Iwan Setiawan Meninggal Dunia?
Iwan Setiawan dilaporkan meninggal dunia pada Kamis, 3 September 2026, di Medan, Sumatra Utara.
Kabar tersebut disampaikan oleh rekan sesama pelatih, Rudy Eka Priyambada, melalui unggahan di Instagram pada hari yang sama. Dalam unggahan tersebut, Rudy mengenang pertemuan terakhir mereka di Yogyakarta.
Iwan disebut meninggal akibat serangan jantung dan komplikasi asam lambung berdasarkan informasi yang tercantum dalam narasi sumber.
Kepergian Iwan menjadi kehilangan bagi sepak bola Indonesia, terutama karena ia merupakan sosok yang telah berada di dunia sepak bola selama puluhan tahun.
Kariernya mencakup dua sisi lapangan yang berbeda: sebagai pemain pada era awal karier dan sebagai pelatih dalam periode yang jauh lebih panjang.
Apa Warisan Iwan Setiawan untuk Sepak Bola Indonesia?
Warisan Iwan Setiawan tidak hanya dapat dilihat dari jumlah klub yang pernah ditanganinya.
Ia merupakan contoh sosok yang menjalani hampir seluruh fase dalam sepak bola profesional. Ia pernah menjadi pemain, memperkuat tim nasional pada berbagai kelompok umur, mempelajari kepelatihan melalui jalur lisensi, menangani tim usia muda, hingga memimpin klub-klub senior.
Perjalanan tersebut membuat Iwan memiliki perspektif yang berbeda ketika menjadi pelatih. Ia pernah merasakan tekanan sebagai pemain sekaligus menghadapi tuntutan sebagai pengambil keputusan di pinggir lapangan.
Di luar prestasi, karakter juga menjadi bagian dari warisannya. Iwan menunjukkan bahwa seorang pelatih dapat memiliki identitas publik yang sangat kuat. Ketegasan, disiplin, komunikasi terbuka, dan psywar menjadi ciri yang membuat namanya mudah dikenali.
Pada akhirnya, kontroversi juga menjadi bagian dari perjalanan tersebut. Namun, menempatkan Iwan hanya sebagai pelatih kontroversial akan menghilangkan bagian penting dari perjalanan kariernya.
Ia memiliki pengalaman panjang, prestasi bersama tim usia muda dan klub, serta kontribusi dalam berbagai periode sepak bola Indonesia.
Timeline Karier Iwan Setiawan
Tahun | Perjalanan Karier |
|---|---|
1987 | Memulai karier profesional bersama Pelita Jaya |
1987–1992 | Memperkuat Pelita Jaya |
1994 | Bergabung dengan Arseto Solo |
1995 | Memperkuat Persija Jakarta |
1997 | Memulai karier kepelatihan di Persija Junior dan memperoleh lisensi C serta B AFC |
2002 | Memperoleh Lisensi A AFC |
2004 | Menangani Timnas Indonesia kelompok umur dan meraih Piala Asia Pasifik U-14 |
2014 | Mengantar Pusamania Borneo FC menjuarai Divisi Utama |
2016 | Meraih Piala Gubernur Kaltim bersama Borneo FC |
2017 | Menangani Persebaya dan kemudian kembali ke Borneo FC |
3 September 2026 | Meninggal dunia di Medan |
Penutup
Iwan Setiawan meninggalkan sepak bola Indonesia dengan perjalanan yang panjang dan penuh warna. Ia datang dari dunia pemain, membela sejumlah klub serta Timnas Indonesia, kemudian membangun karier kepelatihan yang membawanya berkeliling berbagai klub dan level kompetisi.
Ketegasan dan kontroversi memang membuat namanya kerap menjadi sorotan. Namun, di balik itu terdapat perjalanan profesional selama puluhan tahun, sejumlah prestasi, dan pengalaman yang membuat Iwan menjadi salah satu sosok yang cukup dikenal dalam sepak bola Indonesia.
Kepergiannya pada 3 September 2026 menutup perjalanan tersebut. Yang tersisa bukan hanya kontroversi di pinggir lapangan, tetapi juga jejak seorang pemain yang kemudian mendedikasikan sebagian besar kariernya untuk menjadi pelatih sepak bola.
Baca Juga: Sepakbola Indonesia Berduka, Pelatih Senior Iwan Setiawan Meninggal Dunia
Baca Juga: AS Terbuka: Pelatih Siapkan Janice Tjen Lawan Petenis Elite, Kejar Servis 200 Km/Jam
FAQ
Siapa Iwan Setiawan?
Iwan Setiawan adalah mantan pemain dan pelatih sepak bola Indonesia. Ia mengawali karier profesional sebagai pemain bersama Pelita Jaya pada 1987 sebelum kemudian beralih menjadi pelatih dan menangani berbagai klub, termasuk Persija Jakarta, Persebaya Surabaya, PSMS Medan, Persela, dan Borneo FC.
Berapa usia Iwan Setiawan saat meninggal?
Iwan Setiawan lahir pada 5 Juli 1968 dan meninggal pada 3 September 2026. Berdasarkan tanggal tersebut, usianya saat meninggal adalah 58 tahun.
Iwan Setiawan pernah melatih klub apa saja?
Iwan Setiawan pernah melatih sejumlah klub Indonesia, antara lain Persija Junior, Persikabo, Persija Jakarta, Persijatim Solo, Persikaba Bali, Persibom, PSMS Medan, Persela, Persebaya Surabaya, dan Borneo FC.
Apa prestasi Iwan Setiawan sebagai pelatih?
Salah satu prestasi Iwan Setiawan adalah membawa Timnas Indonesia U-14 menjuarai Piala Asia Pasifik pada 2004. Ia juga pernah mengantar Pusamania Borneo FC menjuarai Divisi Utama 2014 dan meraih Piala Gubernur Kaltim 2016.
Mengapa Iwan Setiawan dikenal kontroversial?
Iwan Setiawan dikenal kontroversial karena gaya komunikasinya yang terbuka, tegas, dan kerap menggunakan psywar sebelum pertandingan. Salah satu kontroversi paling dikenang terjadi saat menangani Persebaya pada 2017 ketika ia terlibat perselisihan dengan suporter Bonek.
Apa penyebab Iwan Setiawan meninggal?
Berdasarkan informasi dalam narasi sumber, Iwan Setiawan meninggal pada 3 September 2026 di Medan dan disebut mengalami serangan jantung serta komplikasi asam lambung. Informasi mengenai penyebab kematian sebaiknya tetap merujuk pada keterangan pihak atau sumber yang kredibel.
Siapa istri Iwan Setiawan?
Iwan Setiawan diketahui memiliki istri bernama Dewi Anggraeni berdasarkan informasi keluarga yang tercantum dalam riwayat biografinya.