Produk lebah trigona Kaltim masuk pasar kosmetik lokal - ANTARA News Kalimantan Timur

Samarinda (ANTARA) - Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) terus mendorong hilirisasi Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) melalui Kelompok Tani Hutan (KTH) binaannya, salah satunya inovasi produk turunan madu kelulut (lebah Trigona sp) yang kini berhasil menembus pasar produk kesehatan dan kosmetik lokal.

"Pengembangan produk turunan lebah trigona ini memberikan nilai tambah ekonomi yang sangat signifikan bagi masyarakat, sehingga mereka tidak lagi hanya menjual madu murni, tetapi juga berinovasi menciptakan produk bernilai jual tinggi," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kehutanan Kaltim Rusmadi di Samarinda, Sabtu.

Inovasi tersebut dipelopori oleh KTH Raja Alam Lestari yang berlokasi di Kelurahan Bukit Merdeka, Kecamatan Samboja Barat, Kabupaten Kutai Kartanegara, di bawah binaan UPTD UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Tahura Bukit Soeharto.

Berkat pendampingan yang diberikan, masyarakat pinggir hutan kini mampu mengolah madu kelulut menjadi berbagai produk turunan inovatif, di antaranya kapsul bee pollen, cuka madu, tetes mata trigona, semir sepatu trigona, hingga lulur wajah kopi yang merambah pangsa kosmetik lokal.

Rusmadi menyampaikan, budidaya lebah tanpa sengat ini dipilih oleh warga karena pemeliharaannya yang relatif mudah, tidak memerlukan tempat khusus, serta modal yang lebih kecil. Meski demikian, harga jual madu lebah kelulut jauh lebih mahal serta memiliki prospek pasar yang cerah di bidang kesehatan dan kecantikan.

Ketersediaan pakan alam lebah di sekitar kawasan hutan Kelurahan Bukit Merdeka juga hampir tercukupi di alam, sehingga sangat berpeluang besar untuk keberhasilan kegiatan budidaya tanpa merusak ekosistem.

"Selain mendongkrak perekonomian kelompok secara langsung, kegiatan budidaya ini secara otomatis juga meningkatkan kepedulian warga akan pentingnya menjaga kelestarian hutan, karena hutan yang lestari adalah syarat utama agar lebah bisa bertahan hidup," ujar Rusmadi.

Untuk memperluas dampak ekonomi tersebut, pemerintah melalui Dinas Kehutanan berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas pengetahuan warga mengenai tata cara pengolahan produk turunan yang lebih modern dan berstandar.

Pewarta: Ahmad Rifandi
Editor : Helti Marini S

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.